Ratusan Supplier MBG Tuntut Pencairan Dana
![]() |
| Foto: Para supplier MBG yang menuntut agar uang mereka diberikan. |
Mereka menuntut pencairan dana suplier MBG yang hingga kini belum dibayarkan oleh Erikson Sianipar, padahal uang supplier telah diambil.
Aksi tersebut menjadi puncak kekecewaan para supplier yang mengaku hak mereka tertahan tanpa kejelasan. Massa mendesak Bupati, Kapolres, dan DPRD Taput turun tangan langsung untuk memastikan dana segera dicairkan dari rekening koperasi.
Selain itu, demonstran juga menuntut pencopotan kepala Bank Mandiri Cabang Tarutung yang dinilai tidak kooperatif dalam proses pencairan.
Mereka turut meminta pihak bank mengabaikan intervensi pihak tertentu, termasuk Erikson Sianipar, yang disebut-sebut menghambat pencairan dana.
Di tengah aksi, kuasa hukum koperasi, Hotbin Simaremare, mengungkap adanya dugaan penggelapan dana yang berdampak pada tertundanya pembayaran kepada suplier.
“Para suplier sudah dimohonkan agar pembayaran ditransfer ke rekening masing-masing, namun pihak bank menolak,” ujarnya.
Ketua Koperasi MPTSBP Erni Mesalina Hutauruk juga mengkritik sikap Bank Mandiri yang belum mencairkan dana tersebut. Dia meminta Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara segera melakukan audit terbuka agar persoalan menjadi transparan.
Aksi tersebut akhirnya direspons oleh pemerintah daerah. Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, didampingi Kapolres, Sekretaris Daerah, serta perwakilan Bank Mandiri, menerima 10 perwakilan massa untuk berdialog di Aula Mini Kantor Bupati.
Dalam pertemuan itu disepakati bahwa pemerintah kabupaten akan memfasilitasi pertemuan lanjutan besok, Kamis (16/4/2026) antara para supplier dan Erikson Sianipar selaku Ketua Pengawas Koperasi.
Dalam kesempatan itu, pihak Bank Mandiri berjanji tidak akan mencairkan uang yang ada di rekening koperasi.
Pimpinan aksi, Tulus Gok Tua Nababan menegaskan, pertemuan lanjutan harus menghasilkan keputusan konkret. “Diskusi ini harus ada hasil, jangan hanya janji,” tegasnya.
Selain menuntut pencairan dana, massa juga meminta aparat penegak hukum mengusut laporan yang telah masuk di Polres Taput serta mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap keuangan koperasi.
Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan kondusif, meskipun tuntutan utama terkait pencairan dana belum sepenuhnya terealisasi. (tn)

Tidak ada komentar: