Lima Korban Longsor TPST Bantargebang Masih Dicari, Empat Meninggal

Longsor menimpa truk pengangkut sampah, sopir, dan warga. 

JAKARTA, Jakartaobserver.com- JAKARTA, Jakartaobserver.com- Lima korban longsor di area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/3/2026) masih terus dicari oleh tim SAR gabungan hingga Senin (9/3/2026) hari ini.
 
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, upaya pencarian masih berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur tim penyelamat dan alat berat di lokasi kejadian.

“Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan proses pencarian terhadap korban yang diduga tertimbun longsor di TPST Bantar Gebang. Pencarian dilakukan secara intensif dengan dukungan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan dukungan sekitar 20 unit ekskavator untuk membuka timbunan material sampah. "Petugas juga terus melakukan penyisiran di titik-titik yang diduga menjadi lokasi korban tertimbun,” jelas Isnawa Adji.

Berdasarkan data sementara, empat orang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, yakni Enda Widayanti (25) warga, Sumine (60) warga, Dedi Sutrisno pengemudi truk sampah, dan Irwan Supriatain (42) pengemudi truk sampah.

Empat orang lainnya berhasil selamat, yakni Johan, Sarifudin, Budiman, dan Selamat yang seluruhnya merupakan pengemudi truk sampah.

Adapun lima orang lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian, yaitu Riki Supriadi, Hardianto, Ato (warga), Dofir (warga), dan Jussova Situmorang (warga). Tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan para korban yang diduga masih tertimbun material longsor di area TPST Bantar Gebang.

Peristiwa longsor terjadi saat sejumlah truk sampah tengah mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan di area TPST Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. Saat itu, hujan lebat dengan durasi yang cukup lama diduga menjadi pemicu terjadinya longsor.

Material longsor tiba-tiba menimpa lima unit truk sampah yang sedang berada di lokasi serta satu warung yang berada di sekitar area tersebut. Hingga saat ini, data kerugian akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi tersebut, antara lain Basarnas Special Group (BSG), unsur kepolisian dan TNI, Kantor SAR Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, serta UPST Bantargebang.

Tim relawan seperti PMI Kota Bekasi, Pramuka Peduli, dan layanan ambulans darurat juga dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi dan penanganan korban.

Dalam operasi tersebut, BPBD DKI Jakarta turut mengerahkan sejumlah peralatan pendukung di antaranya 11 kantong jenazah, satu tali karmantel sepanjang 50 meter, tiga tali webbing, lima helm rescue, satu senter jinjing, empat pasang sarung tangan, serta satu kotak masker untuk mendukung kegiatan pencarian. (jo6)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.