Rutan Kelas I Labuhan Deli Ciptakan Warga Binaan Punya Penghasilan Legal dan Halal

Kepala Rutan Kelas I Labuhan Deli Nimbrot Sihotang, Amd, IP, SH, MH bersama The Jakarta Observer

MEDAN, JO- Warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Labuhan Deli ternyata dapat membelanjai keluarganya dari hasil kerja secara legal dan halal selama di dalam rutan. Kok bisa? Pemberian program pelatihan selama di rutan rupanya menjadi kuncinya. 

Adanya penghasilan warga binaan ini membuat keluarga para warga binaan ini tidak perlu lagi dibawakan oleh oleh saat menjenguk, malah kini warga binaan itulah yang akan memberikan oleh oleh berupa barang kebutuhan keluarga kepada keluarga yang menjenguk. 

"Jadi warga binaan kami di Rutan Kelas I Labuhan Deli justru sudah dapat membiayai keluarganya dari hasil pekerjaan yang legal dan halal selama di rutan. Itu berkat program pelatihan skill permesinan, home industry maupun juga pertanian," kata Kepala Rutan Kelas 1 Labuhan Deli Nimbrot Sihotang, Amd,IP,SH, MH kepada Bambang Supriadi Siregar, ST wartawan jakartaoberver.com yang menemuinya di Jalan Titi Pahlawan, Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Marelan, Kotamadya Medan, Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 09.30 WIB.

Nimbrot sudah berdinas lebih 17 tahun, dan sudah menjabat selama 4 tahun sebagai kepala Rutan Kelas 1 Labuhan Deli. Dia mengaku sangat concern dengan upaya menjadikan warga binaan berpenghasilan dan mandiri. 

"Hasil usaha maupun penjualan barang - barang yang dihasilkan tersebut dijual ke internal Ditjen Pemasyarakatan baik di lingkungan Rutan Kelas 1 Labuhan Deli maupun pada masyarakat umum, kemudian  keuntungan dibagi kepada warga binaan maupun kepada negara yang merupakan salah satu sumber penghasilan negara bukan pajak," sambung Nimbrot. 

Namun, masih kata Nimbrot, premi yang diberikan kepada warga binaan dari hasil pembagian keuntungan tersebut tidaklah bentuknya uang cash tapi dibelikan apa yang menjadikan kebutuhan warga binaan maupun keluarganya. 

Diakuinya, permasalahanya sekarang adalah diperlukan bapak angkat untuk dapat lebih cepat memasarkan hasil produksi warga binaan sehingga premi yang didapat bisa lebih besar dan warga binaan bisa lebih sejahtera. 

"Kita juga butuh bapak angkat atau lembaga keuangan pemerintah maupun swasta untuk memberikan bantuan apapun termasuk bantuan modal usaha kepada warga binaan  setelah bergabung di masyarakat," ucapnya lagi. (tim josu)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.