Tahun Pertama, UIII Buka Prodi Islamic Studies, Political science, Education - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla saat melakukan peletakan batu pertama. (@setkab.goid)
DEPOK, JO- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), setelah dilkukan peletakan batu pertama hari ini bisa diselesaikan dalam waktu empat tahun.

Untuk tahun pertama, tiga program studi yang akan dibuka adalah Islamic studies, political science, dan education.

“Insyaallah kampus sini sudah selesai semuanya, tetapi tahun depan kita berharap paling tidak dua atau tiga program studi (prodi) sudah bisa dimulai,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai acara peletakan batu pertama pembangunan kampus Universitas Islam Internasional Indonesia, Selasa (5/6/2018) di Gedung Pemancar LPP RRI Cimanggis, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Presiden berharap kampus yang dibangun di atas lahan seluas 142 hektar itu nanti menjadi kampus yang hijau, modern, dan menjadi kiblat kampus besar internasional bagi peradaban yang melakukan kajian-kajian mengenai peradaban Islam Indonesia, Islam yang moderat, Islam yang Wasatiyah.

Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dalam laporannya mengatakan, Universitas Islam Internasional Indonesia yang hanya akan membuka pendidikan untuk tingkat magister dan doktor ini akan memiliki tujuh program studi, yaitu: kajian Islam, ilmu sosial, humaniora, ekonomi Islam, sains dan teknologi, pendidikan, serta arsitektur dan seni.




Meski tidak dibangun secara serempak, menurut Menag, bangunan-bangunan program studi tersebut kelak akan terhampar megah dalam alam yang hijau, bersama dengan bangunan-bangunan yang lainnya, seperti gedung rektorat, masjid, perpustakaan, museum seni dan budaya Islam, Pusat Kajian peradaban Islam, Performing Art Center, Convention Center, Sport Center, serta University Mall, yang dirancang bersahabat dan menyatu dengan alam.

“Kemegahan kampus ini akan terhampar di atas tanah seluas 142,5 hektar, di mana maksimal hanya 30 persen akan diisi dengan bangunan, sedangkan 70 persen lainnya sebagai lahan hijau yang fungsinya sebagai perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan demi mempertahankan ruang hijau kawasan kampus dan Kota Depok, serta sekaligus tempat rekreasi bagi warga kampus dan warga sekitarnya,” terang Menag.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menristek Dikti Mohamad Nasir, Mendikbud Muhadjir Effendy, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Depok Mohammad Idris, dan para Duta Besar Negara Sahabat.


Diberdayakan oleh Blogger.