Pasukan Krimea Ambil-alih Markas Angkatan Laut Ukraina

Para pekerja tampak mengganti huruf di gedung parlemen
Krimea di Simferopol.
SEVASTOPOL, JO- Pasukan pertahanan Krimea, Rabu (19/3), menyerbu markas Angkatan Laut Ukraina di Sevastopol, pelabuhan Laut Hitam, sehari setelah Rusia menandatangani perjanjian dengan otoritas lokal untuk menganeksasi wilayah tersebut.


Pasukan pertahanan diri Krimea menunggu selama sejam di alun-alun sebelum menyerbu markas itu. Mereka kemudian mengibarkan bendera Rusia di kantor pusat itu. Tidak ada perlawanan saat ambil-alih gedung itu terjadi.

Fotografer AP dilaporkan bisa masuk markas dan melihat kekuatan pertahanan diri Krimea berkeliaran di sekitar gedung, sementara prajurit Ukraina terlihat berkemas dan pergi.

Presiden Putin pada Selasa kemarin menandatangani perjanjian untuk menggabungkan Krimea ke wilayahnya menyusul referendum yang hasilnya mendukung langkah tersebut.

Aneksasi ini mendapat sambutan di Moskow dan kota-kota lain di Rusia, sementara Amerika Serikat dan Eropa mengancam akan memberikan sanksi lebih keras terhadap Moskow.

Ribuan pasukan Rusia telah masuk Krimea sebelum referendum yang digelar hari Minggu lalu, merebut beberapa pangkalan militer, memlokasi massa dan melakukan tekanan kepada tentara Ukraina untuk menyerahkan senjata mereka.

Putin menegaskan pasukan Rusia berada di Krimea di bawah perjanjian dengan Ukraina yang memungkinkan Rusia memiliki hingga 25.000 tentara di Krimea. Ukraina dan Barat sendiri menyebut referendum Krimea tidak sah, dan menuduh referendum dilakukan di bawah todongan senjata. (jo-4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.