Gubernur Pramono Anung tidak Beri Ruang Premanisme di Jakarta

Foto: Pramono Anung

JAKARTA, Jakartaobserver.com- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons maraknya aksi premanisme yang baru-baru ini viral terjadi di kawasan Tanah Abang. Aksi pemalakan yang menyasar sopir bajaj dan pedagang bakso tersebut memicu keresahan publik terkait keamanan di kawasan sekitar.
Pramono memastikan bahwa para pelaku pemalakan yang terekam dalam video viral tersebut saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian.

"Kemarin yang melakukan pemalakan baik itu kepada pedagang maupun bajaj, sudah ditangkap semua," ujar Pramono di Jakarta Timur, Selasa (14/4/2026).

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan ruang bagi praktik pungutan liar maupun premanisme terhadap warga yang mencari nafkah.

"Dan Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi," katanya.

Karena itu, Gubernur mendukung penuh aparat penegak hukum untuk menindak tegas aksi premanisme di Jakarta. Ia berharap Jakarta menjadi kota yang aman bagi masyarakatnya.

"Jadi saya sebagai Gubernur Jakarta termasuk memberikan support untuk mengambil tindakan tegas premanisme kepada siapapun di Jakarta ini," ucap Pramono.

Sekadar diketahui, viral di media sosial adanya aksi pemalakan terhadap sopir bajaj dan pedagang bakso di kawasan Tanah Abang. Mereka dimintai uang setoran dan iuran oleh preman tersebut disertai aksi perusakan barang. (jo6)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.