Pancasila Meningkatkan Persatuan dan Mencegah Konflik Sosial
![]() |
| Sosialisasi di Desa Toroh, Kecamatan Toroh, Grobogan, Jawa Tengah. |
Mengamalkan Pancasila juga akan meningkatkan persatuan di tengah keberagaman, mencegah konflik sosial, serta menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia berdasarkan keadilan sosial.
Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dilakukan pada Rabu (11/3/2026) pagi yang diikuti oleh warga Desa Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam pemaparannya, politisi PDI Perjuangan ini menjabarkan pengamalan masing-masing sila dari Pancasila. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, menurut Evita membuat kita hidup beriman, berdoa, dan menghormati agama serta kepercayaan orang lain.
”Sila ini juga mengajaran bahwa pada prinsipnya bangsa Indonesia wajib untuk menyembah Tuhannya dan beribadah menurut agama dan kepercayaannya secara leluasa, berkeadaban, dan berkeadilan,” ucap Evita.
Sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan sikap baik, tidak menyakiti orang lain, dan menghargai hak sesama. Sila ini, menurut Evita Nursanty, pada prinsipnya menegaskan bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari kemanusiaan universal yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan mengembangkan persaudaraan dunia berdasarkan nilai-nilai keadilan dan keadaban.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, menumbuhkan rasa cinta tanah air, menjaga persatuan, dan menghilangkan perpecahan meski berbeda suku, budaya, atau agama. Pada prinsipnya sila ini menegaskan kebangsaan Indonesia bukanlah kebangsaan yang sempit dan berlebihan (chauvinisme), melainkan kebangsaan yang menghormati eksistensi bangsa-bangsa lain.
”Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan, serta mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa menjadi bagian dari pengalaman sila ini,” katanya.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mendorong masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan mufakat, bukan dengan kekerasan. Pada prinsipnya menegaskan bahwa negara Indonesia adalah negara demokrasi yang mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, memastikan semua orang diperlakukan adil, mendapatkan kesempatan yang sama, dan hidup sejahtera. Pada prinsipnya negara Indonesia wajib menjamin setiap warga negara untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan penghidupan yang layak, bermartabat dan berkeadilan.
”Nilai-nilai Pancasila membimbing kita bagaimana bersikap, mengambil keputusan, dan hidup bersama secara damai dan adil dalam masyarakat,” sambung Evita lagi. (jo3)

Tidak ada komentar: