Penting Peranan Orangtua dalam Mengamalkan Nilai Pancasila bagi Anak-anak
![]() |
| Foto: Sosialisasi Empat Pilar MPR diadakan Minggu (8/2/2026) pagi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. |
Hal itu disampaikan Dr Evita Nursanty, MSc saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR diadakan Minggu (8/2/2026) pagi di Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang diikuti oleh warga desa.
"Orang tua menjadi role model bagi anak-anak dalam pembiasaan sehari-hari di rumah, sehingga orang tua memegang peranan penting dalam implementasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan keluarga khususnya dalam menanamkan nilai-nilai ini kepada anak-anak," ucap Evita.
Hal itu mencakup penanaman nilai keimanan, kasih sayang, toleransi, musyawarah, dan keadilan, untuk membentuk karakter anak yang beradab, sosial, dan toleran sesuai nilai-nilai luhur bangsa. Untuk Sila 1, menurut Evita, bisa ditunjukkan dengan mengajak anak-anak beribadah bersama sesuai agama atau kepercayaan masing-masing, mengajarkan berdoa, mengenalkan konsep bersyukur atas berkat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Sila ke-2, membiasakan anak menyayangi anggota keluarga dan menghormati orang tua, mengajarkan sikap tolong-menolong dan empati, seperti berbagi dengan teman atau berdonasi, termasuk mendidik anak untuk tidak membeda-bedakan teman berdasarkan latar belakang.
Sila ke-3, mengajarkan toleransi dan menghormati perbedaan agama atau budaya di lingkungan sekitar, membiasakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan menjaga kerukunan di rumah, mengajak anak berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan tempat tinggal. Sila ke-4 mengajak anak bermusyawarah untuk mencapai kesepakatan, misalnya menentukan aturan rumah, orang tua tidak memaksakan kehendak dan mendengarkan pendapat anak, membiasakan berdiskusi untuk menyelesaikan perbedaan pendapat.
Kemudian sila ke-5, mengajarkan anak untuk hidup hemat dan rajin menabung, dan dapat ditunjukkan orang tua bersikap adil dalam memberikan hak dan kewajiban kepada anak, serta membiasakan anak untuk menghargai hasil karya orang lain dan bertanggung jawab atas tugas rumah.
"Jadi orang tua berperan penting dalam implementasi Pancasila kepada anak-anak. Dengan konsistensi, orang tua dapat menanamkan nilai-nilai ini melalui tindakan nyata sehari-hari, bukan hanya teori, guna membentuk generasi yang berbudi pekerti luhur," katanya.
Pada bagian lain, Evita juga menegaskan, nilai-nilai Pancasila membimbing kita bagaimana bersikap, mengambil keputusan, dan hidup bersama secara damai dan adil dalam masyarakat.
Pancasila sebagai Dasar Negara berarti Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia. Dalam Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat terdapat rumusan siIa-sila Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Rumusan siIa-sila Pancasila itulah dalam hukum positif Indonesia secara yuridis-konstitusional sah, berlaku, dan mengikat seluruh lembaga negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga negara, tanpa kecuali. Pancasila sebagai ideologi negara, dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara. (jo3)

Tidak ada komentar: