WNA asal China yang meninggal dunia.

TAPUT, Jakartaobserver.com- PT Nusantara Hidrotama (NH) Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatera Utara (Sumut) diduga tutupi tenaga kerja asing yang meninggal dunia. Informasi terkait meninggalnya karyawan perusahaan ini yang viral di akun facebook Sahala Arfan Saragi.
 
Kasi Humas Polres Taput Ipda B Gultom, SH ketika dikonfirmasi Jakartaobserver.com, Rabu (11/10/2023) membenarkan kejadian tersebut.
 
"Korbannya bernama Dong Bo ( 51 ) WNA asal China, dan korban ditemukan tidak bernyawa di mess PT Nusantara Hidrotama. Dan saat ini, kepolisian masih melakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut," bebernya.
 
Gultom menjelaskan, pihaknya mengetahui kejadian tersebut, pada hari Senin 9 Oktober 2023, sekitar pukul 18.00 WIB. Usai mendapatkan informasi, Polres Taput langsung menurunkan unit indentifikasi untuk melakukan olah TKP.
 
"Hasil olah TKP dimana korban di temukan, posisi korban tidur terlentang di atas tempat tidur dan tidak menggunakan baju namun memakai selimut. Kemudian, di dada korban di temukan kabel listrik terlilit hingga ke bokong yang sedang tercolok ke stop kontak dan kabel tersebut ada terkelupas," terangnya.
 
Gultom menambahkan saat diperiksa tim identifikasi, di dada dekat leher korban ada luka bakar mirip sengatan listrik serta di bagian pinggul. Di sekujur tubuh korban tidak temukan tanda-tanda kekerasan serta di lokasi TKP tidak ada benda tajam ataupun benda tumpul. Terkait dengan hal tersebut, Polres Taput sudah memeriksa 9 orang serta pihak maneger perusahaan.
 
"Keterangan pihak maneger PT Nusantara Hidrotama yang kita peroleh dalam pemeriksaan bahwa korban bukan merupakan karyawan perusahaan tersebut.
 
Korban datang dari negara asalnya China ke perusahaan untuk melamar pekerjaan, yang sebelumnya pihak perusahaan sudah mempublikasikan melalui aplikasi.
 
Setelah korban mendaftar lewat aplikasi tersebut lalu pihak perusahaan menyarankan untuk melakukan survei lokasi terlebih dahulu untuk diketahui apakah pekerjaan tersebut cocok.
 
"Jadinya kehadiran korban masih hanya sebatas survei belum menjadi karyawan," ungkapnya.
 
Gultom menambahkan, korban tiba di Onan Hasang Pahae Julu Taput, pada hari Sabtu 7 Oktober 2023. Hal tersebut juga dikuatkan dengan pasport korban yang ada.

Artinya, ketika pekerjaan tersebut cocok sesuai ke ahlian korban selanjutnya korban masih kembali ke negaranya untuk melengkapi administrasi sebagai TKA ( Tenaga Kerja Asing-Red).
 
"Untuk urusan selanjutnya tentang jenazah korban, pihak PT Nusantara Hidrotama sudah berkordinasi dengan konsulat Cina di medan serta sudah berkomunikasi dengan keluarga nya di China," ungkapnya.
 
Terpisah, masyarakat sekitar B Sitompul ketika dimintai tanggapannya terkait kejadian tersebut mengatakan sangat terkejut mendengarnya. Dan saat ini telah menjadi perbincangan dikalangan masyarakat.
 
"Pihak penegak hukum harus membuka dengan terang benderang. Logikanya, jika korban masih hanya status survei, kenapa bisa tinggal di mess perusahaan, di hotel kan bisa. Jadi, ini yang membuat tidak logis," ujarnya. (Tulus Nababan)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.