Studi Tiru Kepala Desa se-Taput ke Cibodas Jawa Barat Sangat Bermanfaat

TAPUT, Jakartaobserver.com- Sebanyak 237 kepala desa di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) melakukan studi tiru di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, 15 September sampai 19 September 2023. Studi tiru ini dinilai sangat bermanfaat.
 
Kunjungan tersebut, merupakan kegiatan studi tiru untuk belajar dalam rangka sinergitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), wisata desa dan digitalisasi desa, guna peningkatan pelayanan administrasi serta ekonomi desa.
 
Selain itu juga, kegiatan itu untuk peningkatan SDM Pemerintah Desa dan kelompok masyarakat menyikapi perubahan regulasi dan perkembangan situasi, apalagi sebagian besar Kades se Taput masih relatif baru, hasil pilkades 2021dan 2023.
 
Studi tiru dilakukan ke Desa Cibodas Lembang, Jawa Barat, karena letak geografis, Wisata Alam dan pertaniannya hampir sama dengan Tapanuli Utara.
 
Rombongan Kepala Desa langsung didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Donni Simamora dan Kabid Penataan Desa Kabupaten Tapanuli Utara Nardo Siregar.
 
Di ruang kerjanya, Kabid Penataan Desa Dinas PMD Kabupaten Tapanuli Utara Nardo Siregar, ketika dikonfirmasi, Kamis (21/09/2023) mengatakan sebelum kegiatan itu berlangsung, segala bentuk administrasi telah dilaksanakan. Pihaknya sudah minta persetujuan dalam arti meminta ijin pelaksanaan kegiatan. Dan melalui undangan yang dikirimkan ke kepala desa melalui camat, tidak ada pemaksaan, namun tetap menghimbau agar kepala desa yang mau mengikuti kegiatan, agar menyesuaikan dengan APBDes Desa masing masing.
 
"Kepala desa yang mengikuti kegiatan studi tiru sebanyak 230, 7 perangkat desa, yang mewakili kepala desa, karena kepala desa tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut," terangnya.
 
Siregar menambahkan kontribusi dari setiap kepala desa untuk kegiatan studi tiru sebesar Rp 7 juta. Dengan rincian, setiap peserta disediakan kamar hotel, Konsumsi. Tidak lupa juga, panitia menyediakan transportasi untuk menjemput dan mengantar para peserta dari Bandara Husein, Bandara Halim, Bandara Soekarno Hatta, ke Hotel Bandung, tempat studi tiru dilakukan.
 
Kemudian, dari kontribusi tersebut sudah termasuk untuk para nara sumber dari Kemendagri dan Desa Cibodas. Serta untuk seminar kit, baju, training, tas, modul, back droup, spanduk, id cart, materai dan sertifikat.
 
"Bimtek dilaksanakan oleh pihak ketiga (Lembaga Penyelenggara) yaitu lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, pelatihan, diklat, bimbingan teknis, workshop, TOT, dan penelitian bagi aparatur pemerintahan dan masyarakat terutama bagi desa-desa serta didukung oleh nara sumber, pelatih, dan tenaga ahli dari berbagai latar belakang disiplin ilmu serta pengalaman dibidangnya," ungkapnya.

Dikatakan, alasan mengapa studi tiru dilakukan di Desa Cibodas, karena Desa Cibodas merupakan juara  nasional keberhasilan dalam pengelola dana desa (DD), terkhusus dalam pengelolaan keuangan desa dan administrasi.
 
Desa Cibodas juga berhasil dalam mengelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), mereka memiliki 15 unit usaha sehingga mendapatkan penghasilan yang fantastis, Rp70 juta setiap bulannya, kemudian Desa Cibodas juga berhasil dalam bidang infrastruktur.
 
Desa Cibodas juga memiliki kantor terpadu yang lengkap, yaitu Kantor kepala Desa dengan pelayanan cepat dan fasilitas terbaik, kemudian puskesdes, kantor BUMDes berfasilitas yang cukup lengkap,  Gedung Serbaguna berkualitas terbaik, kantor BPD, rumah dinas kepala Desa, dan tempat ibadah,  semuanya berlokasi dalam satu kawasan yang asri dan sejuk.
 
"Semoga studi tiru yang dilakukan kepala desa kita, dapat bermanfaat, serta mengaplikasikannya disetiap desa masing masing," harapnya.
 
Terpisah, A Lumbantobing, masyarakat Tapanuli Utara ketika dikonfirmasi Jakartaobserver.com mengatakan sangat mendukung studi tiru yang dilakukan para kepala desa di Cibodas. Karena, dirinya pernah ke Desa Cibodas, dan desa tersebut sangat luar biasa perkembangannya.
 
"Saya sempat heran melihat Desa Cibodas, dengan anggaran yang hampir sama setiap Desa di Indonesia, namun Desa Cibodas sangat luar biasa perkembangannya. Supaya tidak asumsi saya sampaikan ini, masyarakat Tapanuli Utara bisa melihatnya di google, apa dan bagaimana Desa Cibodas, " ungkapnya.
 
Lumbantobing berharap, dengan studi tiru ini, hendaknya para kepala desa bisa membuat ataupun mencontoh paling tidak satu saja unit usaha yang telah dilakukan Desa Cibodas di setiap Desa di Tapanuli Utara.
 
"Kiranya apa yang dihasilkan studi tiru para kelapa desa kita, dapat diaplikasikan disetiap desa, dan kepada masyarakat Tapanuli Utara, mari kita support kepala desa kita, untuk melakukan yang terbaik, di setiap desanya, "harapnya. (Tulus Nababan)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.