Partai Buruh Tolak Kenaikan BBM Di Depan DPRD Sumut Menyengsarakan Rakyat

Demo Partai Buruh Sumut di depan gedung DPRD Sumut, Medan.

MEDAN, Jakartaobserver.com- Partai Buruh Sumatera Utara melakukan aksi demo tolak kenaikan BBM di depan gedung DPRD Sumut Jalan Dipenogoro, Selasa (06/08/2022).
 
Kepada media ketua Buruh Sumatera Utara diketahui juga ketua Federasi Serikat Pekerjaan Metal Indonesia (FSPMI) Willy Agus Utomo menyampaikan tuntutan untuk menurunkan harga BBM Di Depan DPRD Kota Medan, Sumut.
 
"Kembalikan harga bbm dan menolak dengan tegas kenaikan harga BBM kita juga meminta pemerintah agar mencabut undang-undang cipta kerja karena sudah memiskinkan kaum buruh dan berharap adanya kenaikan upah para buruh sekitar 15 persen untuk tahun 2023 dimana juga kami meminta turunkan harga sembako," ungkapnya.

Menurutnya dengan naiknya BBM sangat membuat kaum buruh merasakan kesulitan dan menderita dengan adanya UU Cipta Kerja ditambah dengan pandemi Covid-19 membuat ekonomi masyarakat sangat menurun.
 
"Dengan kebijakan naiknya BBM ini semangkin miskinlah rakyat khususnya di Sumatera jadi kami dari partai buruh sangat menderita karena UU Cipta Kerja ditambah pandemi Covid 19 dua tahun terakhir dan pastinya semangkin miskinlah buruh dengan adanya kebijakan ini," tambahnya.
 
Orasi berlangsung tertib itu dihadiri keluarga besar Buruh dari berbagai elemen rakyat serikat Buruh, petani,nelayan, rakyat miskin kota,Miskin Desa, komunitas ojol juga dilakukan dari 33 provinsi diterima dari Fraksi Partai PKS.
 
Menurutnya apabila aksi mereka tidak juga didengar oleh pemerintah maka akan melakukan aksi penggalangan massa besar-besaran dalam waktu kedepan.
 
"Kamu Buruh rakyat menolak kenaikan BBM ini apabila harga tidak diturunkan juga makan kita akan melakukan penggalangan massa lebih besar lagi dan akan kita kerahkan kaum buruh Buruh industri di Sumatra Utara, Petani, Nelayan, ojol dan rakyat miskin untuk bersatu turun ke jalan, " tuturnya.
 
"Setelah pertemuan dengan ketua DPRD Baskami Ginting dan Fraksi PKS akan membuat surat resmi kepada Presiden Joko widodo dan ditembuskan ke DPR RI dan kami akan menunggu surat copynya hari ini," tutupnya. (Josu-01)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.