Bioskop dan Gym Belum Bisa, Ini 13 Usaha yang Bisa Beroperasi di Jakarta - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Bioskop
JAKARTA, JO- Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan jenis kegiatan atau usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang boleh beroperasi pada masa PSBB Transisi Fase 1.

Perpanjangan pembatasan jenis kegiatan / usaha di sektor pariwisata tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2976 Tahun 2020 yang ditetapkan pada 14 Agustus 2020 dan dikeluarkan Kamis (20/8/2020).

Dalam SK tersebut, hanya 13 jenis kegiatan atau usaha yang diizinkan beroperasi. Sedangkan, untuk bioskop, pusat kesegaran jasmani dalam ruang seperti gym, billiard, bowling, ice skating, taman rekreasi keluarga / permainan anak, kolam renang dan water park, tenis lapangan, kolam pemancingan, hingga akad nikah di dalam gedung belum boleh dilaksanakan.

"Kebijakan untuk memperpanjangan masa PSBB pada sektor pariwisata ini didasari oleh pertimbangan dari sisi kesehatan, keamanan, dan keselamatan, terlebih kondisi pandemi di DKI Jakarta masih fluktuatif meskipun cenderung terkendali," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadisparekraf Provinsi DKI Jakarta Gumilar Ekalaya, di Jakarta, Jumat (21/8/2020).




Pembukaan pada 13 jenis kegiatan / usaha tersebut tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Antara lain, pembatasan kapasitas hanya 50 persen, pembatasan usia pengunjung tempat pariwisata, serta diizinkannya sektor pariwisata di tempat terbuka.

Adapun 13 tempat dan kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam masa perpanjangan PSBB Transisi ulai 14 Agustus 2020 hingga 27 Agustus 2020 adalah:

  1. Hotel/Akomodasi Maksimal pemilik usaha, pekerja, Ruang pertemuan 50 persen dari kapasitas.
  2. Restoran/Rumah Makan Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan hanya diperbolehkan melaksanakan pertunjukan jenis musik akustik.
  3. Kawasan Pariwisata Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.
  4. Taman Margasatwa/Kebun Binatang Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung. 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.
  5. Museum dan Galeri Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.
  6. Pantai Wisata Kepulauan Seribu Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.
  7. Perawatan Jasa Rambut (Salon/Barbershop) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas, hanya diperbolehkan melaksanakan perawatan rambut.
  8. Taman Rekreasi Indoor dan Outdoor Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.
  9. Golf dan Driving Range Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas.
  10. Pertunjukan di Ruang terbuka Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk. Harus memiliki surat terbuka persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.
  11. Produksi Film Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.
  12. Corporate Event Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.
  13. Meeting/Seminar/Workshop Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.


(jo3)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.