Presiden Trump Sebut Viros Corona tak Tahan Cuaca Panas, Prediksi April akan Hilang

Coronavirus
JAKARTA, JO- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus virus Corona akan hilang dengan sendiri pada bulan April 2020 saat memasuki musim panas. Alasannya virus jenis ini akan melemah saat cuaca hangat atau panas.

Hal itu disampaikan Trump dalam twitnya mengomentari virus asal Kota Wuhan, China itu. Virus itu merebak pada bulan Desember 2019 saat musim dingin.

"Panasnya (cuaca) biasanya (bisa) membunuh virus semacam ini," ungkapnya yang dikutip dari CNN.

Data pada Senin lalu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan ada 398 orang suspek virus corona di 37 negara bagian di AS. Dari jumlah itu 12 orang dinyatakan positif, 318 negatif, dan 68 masih menunggu hasil uji lab.

"Meskipun begitu, banyak dari mereka dalam kondisi yang baik sekarang," sebut Trump.

Norton home page: Cybercrime has evolved. Now, our protection has too.

Bersihkan dan Lindungi Website Anda Visit Sucuri

Betulkah pernyataan Trump ini? Bagaimana pertanggung jawabannya secara ilmiah?

Dr Peter Hotez, ahli penyakit menular sekaligus dekan Fakultas Kedokteran Tropis Nasional di Baylor College of Medicine di Texas, AS menyebut pernyataan Trump itu terlalu dini dan tidak bisa dibuktikan secara pasti.




"Masih terlalu dini untuk menganggap segala sesuatu (virus corona) akan tenang di musim panas. Bahkan kami sebagai dokter masih belum tahu secara jelas apa itu benar atau tidak," ucap Dr Peter Hotez.

Namun dokter spesialis penyakit menular lainnya, Dr William Schaffner dari Vanderbilt University Medical Center juga ikut menanggapi pendapat Trump. Ia mengatakan, jika benar cuaca panas bisa melemahkan virus corona, itu bisa menjadi harapan yang besar. Sayangnya, itu belum terbukti. (jo-4)




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.