Delapan Pelaku Pengeroyokan Jurnalis di Satpas SIM Ditangkap - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Delapan Pelaku Pengeroyokan Jurnalis di Satpas SIM Ditangkap

Para pelaku pengeroyokan yang sudah diamankan polisi.
JAKARTA,JO- Puluhan calo melakukan pengeroyokan terhadap seorang jurnalis di area kantor Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) di Jalan Daan Mogot KM 11, RT03/04, Kelurahan Kedaung Kali Angke, Kecamatan Cengkareng Jakata Barat (Jakbar), Rabu (29/1/2020) pukul 13.25 WIB.

Diketahui korban bernama Yohanes Riadi Ngabang,36, jurnalis Tribrata News, warga Jalan Panca Warga RT013/01 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian kepala bagian belakang, dada, dahi dan hidung terdapat luka robek.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal saat korban datang ke Satpas SIM tujuan membuat SIM C. Saat sampai di lokasi ada dua oknum diduga sebagai calo SIM dan menawarkan jasa proses pembuatan SIM namun korban menolak dan langsung melaporkan ke petugas kepolisian setempat lalu kedua orang tersebut diamankan.

Norton home page: Cybercrime has evolved. Now, our protection has too.

Bersihkan dan Lindungi Website Anda Visit Sucuri

Kemudian korban membuat SIM resmi sesuai prosesnya dan setelah selesai, lalu korban ke warung kantin deretan No 3 dan saat duduk di kantin ada seorang diduga pelaku duduk di atas sepeda motor menatapi saya.

Yohanes Riadi

"Setelah itu saya langsung pulang dengan mengendarai sepeda motor dan saat melintas didepan masjid tiba-tiba diikuti oleh sepeda motor yang dikendarai dua orang dan saat keluar dari gerbang Satpas SIM dan beberapa sepeda motor lainnya juga terlihat mengikuti saya," kata Yohanes Riadi.

Ssampai di lokasi, dia dipepet dan setelah berhenti lalu salah seorang pelaku menanyakan "Kenapa lu lapor-lapor keluarga gue", sambil menabrak motor yang korban tumpangi tidak lama terjadi pengeroyokan beramai ramai hingga tersungkur di got lalu para pelaku melarikan diri.

"Saat pengeroyokan itu diperkirakan ada sekitar 10 orang," ungkap Yohanes Riadi kepada Wartawan.

Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri menjelaskan, setelah kami mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi tindak pidana, tim dari jajaran Polsek Cengkareng bertindak cepat mengecek kebenaran atas laporan dari masyarakat tersebut.

Dan ternyata benar adanya kemudian tim bergerak cepat dan berhasil mengamankan delapan orang yang diduga pelaku pengeroyokan tersebut.




"Saat ini tim masih terus melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang yang diduga para pelaku pengeroyokan. Yang jelas kami masih terus mengembangkan kasus ini, dan kami akan mengusut tuntas kasus ini hingga selesai," ujar Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri.

Kasi Satpas SIM Kompol Hedwin mengatakan, pihaknya kaget dan cukup prihatin atas kejadian tersebut. "Setelah mengetahui hal tersebut kami bersama Polsek Cengkareng langsung bergerak mencari pelakunya, dan berhasil kami amankan,” katanya.

Kompol Hedwin menegaskan di Satpas SIM tidak ada calo. Menurutnya, para pelaku ini berprofesi sebagai tukang ojek. "Untuk itu kami tegaskan sekali lagi, calo tidak ada di Satpas SIM, saat ini penyidik sedang melalukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku. Nanti bisa kita tanyakan karena saat ini masih dalam pemeriksaan," ucapnya.

Kedepannya pihaknya akan memperketat lagi, agar hal serupa tidak terulang kembali. (jo-6)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.