XenSpace, Membangun Budaya Kewirausahaan yang Saling Mendukung - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
COO Xendit Tessa Wijaya
JAKARTA, JO- Xendit, salah satu penyelenggara gerbang pembayaran (payment gateway) terdepan di Indonesia memperkenalkan XenSpace, area meeting dan event terbarunya di Gedung Victoria Ground Floor, Jalan Sultan Hasanuddin No.47-51 Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Di XenSpace, Xendit, berupaya membawa kebiasaan berbagi yang sangat kuat dilakukan oleh pengusaha dan profesional di Silicon Valley. Mayoritas dari mereka sangat menghargai keterbukaan gagasan dan pertukaran ide bisnis, sebuah mentalitas yang belum banyak terlihat di lanskap teknologi Indonesia.

Melihat pertumbuhan jumlah startup yang sangat pesat di Indonesia, para pendiri Xendit, Moses Lo dan Tessa Wijaya, percaya bahwa budaya tersebut sangatlah penting untuk membangun lanskap kewirausahaan yang suportif. Dengan adanya XenSpace ini, Xendit berharap dapat menunjukan kontribusi positif terhadap industri teknologi di Indonesia, khususnya di bidang financial technology.

Menurut Tessa Wijaya, ide menjadi hal terpenting dalam terciptanya sebuah startup, dan tentunya harus sejalan dengan eksekusi yang tepat. Melalui XenSpace, Xendit ingin menyediakan platform untuk bertukar pendapat dan berbagi ide bisnis. Para wirausaha akan memiliki kesempatan untuk bertatap muka dan berbincang mengenai ide yang tengah mereka garap dengan sesama wirausaha, praktisi teknologi, hingga orang yang tidak dikenal sekalipun.

“Xendit akan memperkenalkan pengalaman bertukar pendapat dan berbagi ide bisnis tersebut melalui ruang komunal yang berlokasi di Gedung Victoria Ground Floor ini, yang rencananya, akan dibuka dari pukul 9 pagi sampai 6 sore,” kata Tessa saat press conference sekaligus soft launching XenSpace di Gedung Victoria Ground Floor, Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

XenSpace menyuguhkan tempat bekerja dan meeting dengan nuansa kontemporer. Dilengkapi dengan lima ruang pertemuan, Lamarr, Engelbart, Cooper, Chandra, dan Carver, nama-nama tersebut dipilih untuk menghargai karya para entrepreneur inspirasional. XenSpace juga memiliki 24 hot desks, dua pod, dua bilik telepon, dan lounge. Tempat kerja dilengkapi dengan akses Internet berkecepatan tinggi dan juga free flow air mineral, kopi, serta teh agar semakin produktif. Tidak hanya itu, XenSpace juga dapat dengan mudah diubah menjadi sebuah event space, yang cocok untuk aneka acara dengan kapasitas hingga 100 peserta.

Sebelum adanya XenSpace, Xendit telah memulai budaya berbagi ini dengan mengadakan berbagai sesi XenTalks. XenTalks adalah sebuah inisiatif dari Xendit untuk berbagi wawasan kepada para wirausaha dan penggiat teknologi dengan mengundang tamu-tamu yang ahli pada bidangnya. Selama beberapa bulan ini, XenTalks telah mengangkat topik yang menarik seperti bagaimana menguasai product-market fit, menciptakan budaya perusahaan yang unggul, dan bagaimana cara meningkatkan skala usaha. Setelah terciptanya XenSpace, Xendit akan melanjutkan XenTalks-nya di sana. Xendit juga akan segera memulai Women in Tech pertamanya, yang akan s peran perempuan yang unggul di bidang teknologi.

Xendit pertama kali dibentuk oleh co-founders Moses Lo (CEO), Tessa Wijaya (COO), Bo Chen (CTO) dan Juan Gonzalez (CINO) di tahun 2015 dan mulai beroperasi sebagai gerbang pembayaran (payment gateway) di tahun 2016 dengan misi untuk membuat system pembayaran di Indonesia semaju negara-negara di berbagai belahan dunia. Sebagai startup Indonesia pertama yang berhasil lulus dari inkubator bergengsi YCombinator di Silicon Valley, Xendit terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk mencapai visi dan misinya.




Xendit menciptakan produk-produknya dengan mempertimbangkan kemudahan integrasi dan penggunaan. Kami berpandangan bahwa Xendit juga dapat berkembang seiring bertumbuhnya bisnis pelanggan kami . “Jika perusahaan belum memiliki situs atau sistem sendiri, mereka dapat dengan mudah menggunakan platform kami. Namun perusahaan yang sudah memiliki tim teknis dan website, dapat berintegrasi dengan sistem kami melalui API (Application Program Interface) dengan cepat,” tambah Tessa.

Adapun produk-produk yang disediakan oleh Xendit adalah XenPayments (penerimaan pembayaran), XenInvoice (sistem pengelolaan invoice), XenDisburse (pengiriman dana), XenBatch (batch disbursement - pengiriman beberapa transaksi dalam satu perintah), XenCheck dan XenFraudCheck (proses KYC - Know Your Customers - otomatis).

Xendit melayani berbagai macam bisnis di Indonesia yang memerlukan layanan pembayaran online. Klien-klien Xendit sangat beragam, mulai dari UMKM, startup, hingga korporasi besar, seperti Traveloka, Tiket.com, Orami, dan Style Theory.

Produk dan teknologi Xendit diciptakan dengan tujuan untuk memudahkan pelaku bisnis dalam menjalankan usahanya tanpa harus memikirkan proses integrasi sistem pembayaran dan rekonsiliasi yang rumit. “Kami ingin agar pengusaha dan pemimpin perusahaan dapat memusatkan perhatiannya untuk strategi-strategi pengembangan bisnis dan memajukan usahanya tanpa harus mengkhawatirkan mengenai proses keluar masuk uang ataupun rekonsiliasi pada akhir bulan,” ucap Tessa. (jo-2)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.