Suku Dinas SDA Optimis Tepat Waktu dan Capai Target Penyerapan Anggaran

Pekerjaan saluran air di Pesing, Kelurahan Kodaya Utara dekat Jembatan Kali Sekretaris.
JAKARTA, JO- Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat (Jakbar) Purwanti mengaku optimis untuk mencapai target penyerapan anggaran melalui proyek pengerjaan fisik maupun nonfisik yang dikerjakan tahun anggaran 2019.

Program pengendalian banjir dan abrasi, pembangunan saluran penghubung (PHB) di wilayah Kota Administrasi Jakbar dengan pemasangan beton precast U-Ditch yang dikerjakan mulai tanggal 24 September hingga selesai 16 Desember 2019 nanti bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan.

"Sebanyak 36 kegiatan pengerjaan fisik dari e- katalog untuk tahun ini, dan pekerjaan nonfisik seperti pemeliharaan saluran yang dikerjakan PJLP. Hingga saat ini masih terus berjalan di delapan kecamatan dengan total anggaran mencapai Rp60 miliar,” kata Purwanti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/11/2019).

Purwanti menjelaskan, walaupun untuk e-katalog itu baru keluar awal bulan september dan sampai saat ini pekerjaan tersebut sudah mencapai 40 persen dan harapannya bisa mencapai 100 persen. Seperti pekerjaan penataan Waduk Wijayakusuma Grogol Petamburan yang saat ini juga sedang berjalan dan diperkirakan pengerjaannya rampung sesuai kontrak.




Lanjut Purwanti, untuk program tahun 2019 ini juga masih ada kendala dalam mengerjakan PHB dibeberapa lokasi. Ada dua titik lokasi yang di tolak warga yakni di Komplek Cosmos Taman Ratu dan warga Komplek Hankam Kecamatan Kebun Jeruk. Tidak hanya itu, ada juga kendala pekerjaan saluran di Kecamatan Taman Sari, di lokasi pekerjaan terdapat bangunan pos RW berada di atas saluran yang tidak bisa dibongkar.

"Warga Komplek Cosmos Taman Ratu dan Komplek Hankam melolak pembuatan saluran U - Ditch karena takut wilayah mereka ditambah beban debit air dari tempat lain dan kendala pekerjaan atas keberadaan bangunan pos RW di Kecamatan Taman Sari itu nanti kita upayakan bagaimana solusinya," jelas Purwanti.

Kedua lokasi pekerjaan yang ditolak warga akan mengembalikan anggarannya sebesar Rp 3 miliar karena tidak bisa terealisasikan.

Kendati menemukan berbagai kendala dalam mengerjakan proyek pembangunan saluran namun ia tetap optimis untuk mencapai target dalam penyerapan anggaran.Target efisiensi anggaran tahun ini sekitar 91 persen dan kemungkinan akan naik lagi. (jo-6)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.