Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz disambut Bupati Samosir Rapidin Simbolon di Samosir, Sumut.
SAMOSIR, JO- Pemkab Kebumen melakukan studi banding ke Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, untuk bisa mencontoh Geopark Kaldera Toba menjadi UNESCO Global Geopark.

Studi banding ini dipimpin Bupati Kebumen KH Yazid Mahfudz didampingi antara lain Kepala BAP3DA Pudji Rahaju, Kepala Disporawisata Azam Fatoni, Kepala Diskominfo Cokroaminoto, Kepala BPKAD Dyah Woro Palupi, Kepala Bapenda Aden Andri Susilo, Staf Ahli Bupati Amin Rahmanurrasjid, Ketua Dekrasnada Kebumen Zuhroh Yazid Mahfudz serta Ketua Badan Pengelola Geopark Karangsambung-Karangbolong Djunedi Faturakhman, Kabag Humas Budhi Suwanto dan Kabag Umum H Pinudji.

Kedatangan Bupati Kebumen ke Danau Toba dan sekitarnya bersama rombongan pada Kamis (30-31/10/2019) itu bertujuan untuk belajar tentang cara pengelolaan geopark di Kebumen sehingga bisa menjadi UNESCO Global Geopark pada tahun 2021 mendatang. Geopark Kaldera Toba sendiri telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi salah satu dari lima destinasi super prioritas.

Dalam kunjungannya itu, Bupati Kebumen menyampaikan Geopark Karangsambung-Karangbolong telah ditetapkan sebagai geopark nasional oleh pemerintah pusat pada 30 November 2018. Saat ini, pihaknya sedang melakukan pembenahan untuk menuju UNESCO Global Geopark.

Geopark Karangsambung-Karangbolong berada di kawasan seluas 543.599 kilometer pesegi, mencakup 117 desa di 12 kecamatan. Kawasan ini akan dikelola sebagai kawasan konservasi, edukasi dan ekonomi masyarakat.

Geopark adalah taman bumi, Geopark di Kebumen merupakan lantai dasar samudera purba dan ini harus dilestarikan karena ini dari Yang Maha Kuasa, jangan sampai rusak.

"Saya bangga bisa bertemu dengan bupati Samosir dan belajar terkait geopark. Banyak pelajaran yang kami terima. Kami berharap dari Kabupaten samosir juga bisa hadir di Kebumen. Isnyaallah ke depan Kebumen lebih baik dan bisa menuju UNESCO Global Geopark," kata Yazid di sela-sela acara.




Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengungkapkan kunci ditetapkannya Geopark Kaldera Toba sebagai UNESCO Global Geopark adalah kebersamaan semua stakeholder yang ada disana dan membeberkan sebelum berhasil naik status menjadi UNESCO Global Geopark, Geopark Kaldera Toba mengalami tiga kali penolakan dari UNESCO pada tahun 2012, 2015 dan 2017. Baru pada 2019 ini berhasil menjadi UNESCO Global Geopark.

"Kunci keberhasilan tercapainya UNESCO Global Geopark adalah kebersamaan semua stakeholder. Jaga orisinalitas kearifan lokal. Ada faktor edukasinya. Tidak susah kalau serius dan bersatu, kuncinya kebersamaan," ungkap Rapidin.

Kepala Pusat Informasi Geopark Kaldera Toba Wilmar Elyachser Simandjorang yang ikut mendampingi Bupati Samosir menambahkan, kPemkab Kebumen bersama Badan Pengelola Geopark harus klebih mengintensifkan sosialisasi geopark kepada masyarakat, termasuk harus kmelibatkan pondok pesantren dan lembaga pendidikan.

"Soasialisai harus lebih masif lagi kepada masyarakat luas. Bisa lewat masjid-masjid, termasuk harus menggandeng perguruan tinggi," ucapnya.

Simandjorang meyakini pada tahun 2021 nanti, Geopark Karangsambung-Karangbolong dapat menjadi UNESCO Global Geopark. Terlebih, kelembagaan Badan Pengelola Geopark sudah terbentuk. (fsrt)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.