Empat Kali Operasi Usus Makin Memburuk, Pria Asal Samosir Ini Butuh Uluran Tangan - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Empat Kali Operasi Usus Makin Memburuk, Pria Asal Samosir Ini Butuh Uluran Tangan

Kondisi Hendrik Manurung butuh uluran tangan.
SIMANINDO, JO- Seorang pemuda bernama Hendrik PB Manurung, 20, warga Lumban Manurung, Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara telah menderita penyakit di bagian usus yang cukup lama. Dioperasi berulang kali tak kunjung sembuh malah makin memburuk, pemuda ini berharap uluran tangan masyarakat.

Saat ditemui di kamarnya, kemarin, Hendrik Manurung terlihat kurus dan tak berdaya. Wajahnya pucat dan perutnya terlihat dilapisi kain kasa menutupi bekas operasi. Saat kain kasa dibuka, tampak perutnya memiliki tiga lubang hingga memperlihatkan ususnya. Pandangannya terlihat sayu dan enggan berbicara. Ia kelihatan kesulitan mengangkat tubuhnya karena kondisinya yang sangat lemah.

Hendrik adalah anak dari Jannus Manurung,44, dan Ibunya Rosendi Manullang,41. Menurut Jannus Manurung, anaknya itu menderita penyakit usu dan lambung sejak tahun 2017, yang menyebabkan bagian perutnya harus dioperasi hingga empat kali di rumah sakit.

“Meskipun sudah empat kali operasi, penyakit anak kami tidak kunjung sembuh bahkan semakin memburuk,” kata Jannus yang sehari-hari bekerja sebagai sopir bus.

Ibu Hendrik, Rosendi Manullang mengisahkan, penyakit lambung tersebut berawal dari demam berdarah yang dialami Hendrik. Pasca demam berdarah itu, Hendrik diketahui mengalami susah buang air besar.

“Kondisi itu membuat kami membawa anak kami ke rumah sakit. Dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di operasi. Kami setuju dan biaya operasi menggunakan BPJS," kata wanita yang berprofesi sebagai pedagang kelontong tersebut.

Rosendi melanjutkan, pasca operasi pertama Hendrik kemudian dipasang colostomy bag untuk membantu proses buang air besar (bab). "Tapi beberapa hari kemudian, Hendrik justru mengalami infeksi," ujarnya.

Hendrik kemudian kembali dioperasi. Namun dua minggu kemudian, pria yang gemar bermain bola ini mengalami usus bocor dan akhirnya Hendrik lagi-lagi harus dioperasi lagi. Rosendi sendiri mengaku tidak tega melihat anaknya seperti itu. “Empat kali operasi, saya kasihan melihat anak saya. Selama sakit, dia sangat menderita, tapi dia punya semangat hidup yang kuat," ucap Ibu yang memiliki 4 anak ini.

Jannus Manurung menambahkan, saat dirinya mulai putus asa, oleh pihak keluarga besarnya disarankan untuk membawa Hendrik ke Rumah Sakit Adventis Hospital yang berada di Penang.

Pasca dibawa ke rumah sakit tersebut, harapan baru dan semangat baru kembali hadir. Pasalnya Dokter menyebut bahwa Hendrik masih dapat diobati.




“Jadi waktu di rumah sakit. dokter bilang anak saya harus dioperasi lagi sebanyak dua kali. Hal ini dilakukan karena virus yang berada di tubuh Hendrik telah mencapai 65 persen dari normalnya 15 persen," sebut Jannus Manurung.

Namun keluarga saat ini terkendala biaya. Menurut pihak rumah sakit, biaya yang dibutukan sekitar 80.000 RM atau sekitar Rp. 280.000.000 untuk dua kali tindakan operasi. Sebagai ayah yang hanya kerja jadi sopir, tentu sangat berat dengan biaya pengobatan anaknya. Belum lagi biaya yang telah dikeluarkan mereka sejak anaknya sakit.

“Kami bingung, uang sebanyak itu dari mana kami dapat. Sementara jadwal operasi rencananya akan dilaksanakan tanggal 12 September mendatang. Bagaimana anakku ini nantinya," katanya sedih.

Dia dan keluarga sangat berharap bantuan dari berbagai pihak, baik pemerintah daerah dan juga dermawan untuk mengulurkan tangannya memberikan bantuan agar anaknya dapat berobat dan sembuh kembali.

“Kami sangat berharap. Dan kami ingin anak kami dapat sembuh kembali. Kami mengharapkan uluran tangan saudaraku semua," tuturnya.
Bagi yang ingin memberikan bantuan, dapat mengirimkan bantuan melalui nomor rekening sepupunya atas nama Sabrina Anjelina Siburian dengan nomor: 524701007989537 Bank BRI. Dan nomor yang dapat dihubungi hp.081370288673. (jabs)



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.