Banjir Bandang di Samosir, Tinggi Air Capai 4 Meter Bercampur Material - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Banjir Bandang di Samosir, Tinggi Air Capai 4 Meter Bercampur Material

Kondisi banjir bandang di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Samosir,
SITIO-TIO, JO- Hujan deras disertai kristal es selama dua jam mengakibatkan banjir di Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, Jumat (3/5/2019). Banjir menyeret dua rumah serta menghilangkan seorang warga, Tiarma boru Situmorang (Oppung Santa),65.

Salah satu warga setempat Uluan Rajagukguk, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Pukul 16.00 WIB. Uluan, yang juga Bendahara Kecamatan Sitio-tio, menyebut selain Oppung Santa, ada satu orang lagi korban yaitu Oppung Daniel boru Situmorang yang diketakui patah kaki. Kondisi Oppung Santa hingga hari Jumat malam itu belum ditemukan. Namun informasi terakhir telah ditemukan tim gabungan dalam keadaan meninggal dunia pada Sabtu (4/5/2019) pukul 12.10 WIB

Dikatakan, banjir berasal dari lembah Bukit Hutan Ulu Darat, kemudian air menuruni Robean Sigala-gala dan mengalir ke Binanga Rassang Bosi.

Ketika mendekati perkampungan, kata Uluan, ketinggian air yang mengaliri lereng mencapai 4-hingga lima meter. Air bercampur material lumpur,batu dan gelondongan kayu itu bahkan melangkahi jembatan dan sungai kecil yang tak lagi dapat membendung volume air.

"Pada waktu puncaknya ketinggian air mencapai empat hingga lima meter. Air berwarna coklat, membawa material kayu dan lumpur," kata Uluan.

Menurutnya, tahun 2010 lalu juga sudah pernah terjadi banjir serupa. Waktu banjir bandang 2010 memang katanya hanya rumah saja yang rusak. Namun kali ini mengakibatkan dua warga koban, yakni Oppung Santa Situmorang Siringo dan Oppung Daniel boru Situmorang.

Oppung Daniel sempat dibawa ke Pukesmas Sitio-tio, lalu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Hadrianus Sinaga di Pangururan Samosir. Rumah yang dihantam banjir tersbut katanya rusak parah dan puing-puingnya sampai ke Danau Toba, sedangkan dua unit rumah lainnya dipenuhi lumpur dan material lainnya.

"Rumah memang langsung rusak parah dua unit dan diseret arus, baru dua unit lagi rusak masuk lumpur ke rumah,” tambahnya.

Dijelaskannya, sampai malam petugas dari BPPD Samosir belum sampai di lokasi. Namun, Camat dan serta Personel Polsek langsung membantu warga melakukan pencarian.




Tiang listrik juga terlihat bengkok, dan kondisi sungai saat ini air sudah surut, tetapi kata Uluan kemungkinan juga akan terjadi lagi banjir kalau hujan turun. Apalagi cuaca masih mendung dan kemiringan pebukitan lumayan curam.

Ditambahkannya,ada tiga titik jalan yang putus menuju lokasi, sehingga akan sulit membawa alat berat ke lokasi.

Sebelumnya, Bupati Samosir dikonfirmasi wartawan mengatakan sudah mengirim alat berat menuju lokasi. “Kita sedang mengirim alat berat ke lokasi," ujar Rapidin menjawab wartawan terkait tindakan sementara yang dilakukan Pemkab Samosir.

Terkait korban, Oppung Santa Situmorang Siringo selain tertimbun diduga diseret banjir hingga ke Danau Toba bersama gelondongan kayu. Jarak rumah yang terseret ke Danau Toba hanya 50 meter, dan gelondongan kayu bagian dari material longsor kini terapung di Danau Toba.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Samosir, Mahler Tamba, mengatakan, banjir bandang terjadi Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan deras mengguyur Kabupaten Samosir.

Warga pun masih mengais-ngais dengan berbagai peralatan seadanya untuk mencari korban. Banjir yang melanda desa itu berisi material batu dan lumpur. (fsrt)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.