Ekonomi Internet Indonesia Tumbuh 49% Tahun 2018 - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Ilustrasi
JAKARTA, JO- Head of Corporate Communication Google Indonesia Jason Tedjasukmana mengatakan Indonesia merupakan negara terdepan dalam semua sektor di ekonomi internet di kawasan Asia Tenggara. Bahkan Indonesia mencatat pertumbuhan paling tinggi di bandingkan negara-negara di kawasan.

Mengutip data hasil riset Google Singapura, nilai ekonomi internet Indonesia mencapai 27 miliar dolar AS dengan pertumbuhan 49 persen tahun lalu.

"Indonesia menjadi ekonomi internet terbesar di Asia Tenggara dengan pertumbuhan yang luar biasa," katanya dalam diskusi pelaku ekonomi digital, yang diselenggarakan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di gedung Perpustakaan Nasional, Jumat (1/3/2019).

Sementara itu, Co-founder East Ventures Willson Cuaca menyebut peluang ekonomi bisnis internet di Indonesia suatu keniscayaan berdasarkan perkembangan bisnis internet di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir.

Dikatakan, pada tahun 2010, mereka menemukan data bawah dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 230 juta kala itu, pengguna internet baru sebesar 22 juta. "Artinya potensi bergeraknya bisnis internet di Indonesia besar sekali. Di sini kami melihat ada sebuah value yang perlu dikembangknan,"ujarnya.




Tidak berapa lama, sejumlah media sosial asal Amerika Seriakt seperti Facebook, Twiiter, Google, Youtube dan media digital lainnya telah mulai dikonsumsi di Indonesia. Masyarakat Indonesia dengan cepat menggunakan media-media yang sudah populer di negara-negara maju tersebut.

"Kemudian kami menemukan, tiba-tiba semua orang sudah punya mobile phone, bahkan dalam beberapa tahun ke depan, kita bisa membayangkan, bahwa generasi berikutnya tidak lagi tahu kalau internet itu bisa diakses di laptop atau destop, tapi sudah langsung di mobile phone,"imbuhnya.

Maka potensi ini harus dimanfaatkan lewat pengembangan media digital. Memang, ia mengakui hal ini tidaklah mudah. Perlu kenekatan dan berdarah-darah agar bisa sukses menggeruk cuan dari bisnis ekonomi digital. (jo-4)





Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.