Senator Rahmijati Jahja: Peran Tokoh Masyarakat Penting dalam Pemahaman Kebangsaan - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Senator Rahmijati Jahja: Peran Tokoh Masyarakat Penting dalam Pemahaman Kebangsaan

Senator Rahmijati Jahja saat melakukan sosialisasi MPR di Gorontalo, Selasa (12/2/2019).
GORONTALO, JO- Senator dari daerah pemilihan (dapil) Gorontalo, Rahmijati Jahja mengatakan, peran tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman wawasan kebangsaan antara lain mengenai keberagaman di Indonesia, sangat penting sehingga harus dilakukan dengan baik dan sungguh-sungguh.

Hal itu disampaikan Rahmijati dalam kegiatan sosialisasi MPR bagi tokoh masyarakat di Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/2/2019).

“Peran dari tokoh masyarakat dalam memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sangat besar dan berdampak positif bagi seluruh masyarakat. Untuk itu para tokoh masyarakat, termasuk juga tokoh seperti kepala desa harus membuat sebuah agenda rutin mengenai wawasan kebangsaan,” katanya.

Melalui pemahaman ini, setiap warga dapat menyadari juga potensi konflik yang ada di tengah masyarakat sehingga bisa menyiapkan langkah dalam menanggulanginya. Peran tokoh masyarakat untuk mendorong masyarakat agar memiliki kesadaran wawasan kebangsaan yaitu cara melakukan pendekatan secara kekeluargaan, menggunakan metode persuasif, dan menggunakan cara untuk memotivasi warga agar mewujudkan kesejahteraan dan kedamaian dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Tokoh masyarakat, seperti yang dipahami bersama adalah sosok yang bisa jadi panutan oleh masyarakat, atau, tokoh yang selalu dijadikan rujukan atau sebagai tempat bertanya perihal permasalahan masyarakat. Dalam hal ini, seringkali individu yang dianggap layak disebut sebagai tokoh masyarakat, misalnya, ketua RT, RW dan perangkatnya, petinggi dan perangkatnya, para guru, imam mesjid, atau orang tua yang sudah sepuh, yang bisa memberikan kontribusi pemikiran yang solutif.

Tokoh masyarakat berperan memberikan pemikiran dan perilaku yang baik bagi masyarakat, pemikiran dan perilaku tersebut, sejalan dengan apa yang diharapkan masyarakat, dan sejalan dengan yang sesungguhnya dicita-citakan oleh bangsa yang menginginkan keharmonisan dalam sosial bermasyarakat.

“Dari pemahaman ini sangat penting untuk dilakukan dikarenakan berkaitan erat dengan wawasan kebangsaan dalam menghadapi konflik multidimensional,” ucap Rahmijati.




Dikatakan, wawasan kebangsaan merupakan konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Berdasarkan nilai-nilai tersebut bangsa Indonesia memiliki cara pandang untuk melangkah kedepan dalam mencapai tujuan nasional.

“Bangsa Indonesia dalam membina dan membangun atau menyelenggarakan kehidupan nasionalnya, baik pada aspek politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan, selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah untuk pembinaan dan penyelenggaraan tata kehidupan bangsa Indonesia,” sambunya Rahmijati..

Menurutnya lagi, kesatuan atau integrasi nasional bersifat kultural dan tidak hanya bernuansa struktural mengandung satu kesatuan ideologi, kesatuan politik, kesatuan sosial budaya, kesatuan ekonomi, dan kesatuan pertahanan dan keamanan. Keadaan masyarakatnya sangat plural yang rentan menimbulkan konflik yang terjadi dalam kehidupan masyarakat sehingga diperlukan peran tokoh masyarakat didalam memberikan pemahaman terhadap pentingnya menjaga keutuhan, kesatuan dan keberagaman dalam masyarakat. (jo-2)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.