Rahmijati Jahja Sosialisasi MPR di Gorontalo, NKRI bagi Generasi Muda - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Senator Rahmijati Jahja saat melakukan sosialisasi di Gorontalo, Kamis (31/1/2019).
GORONTALO, JO- Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa memiliki peran strategis dalam ikut menanggulangi kondisi negara yang diperlukan saat ini, untuk membuat Indonesia lebih maju lagi. Karena itu, penting bagi generasi muda Indonesia untuk memahami wawasan kebangsaan dan keberagaman bangsa Indonesia.

“Pemuda adalah tulang punggung negara, karenanya masa depan suatu negara sangat tergantung dari peran pemuda itu sendiri. Ditangan pemuda jualah mau kemana negara ini akan dibawa. Mau di beri warna apa bangsa ini, pemudalah yang mempunyai prioritas utama untuk memikul tanggung jawabnya,” kata Senator Rahmijati Jahja saat menyampaikan paparannya dalam Sosialisasi MPR, Kamis ( 31/1/2019).

Dalam sosialisasi yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, di hadapan para guru, tokoh masyarakat, LSM dan masyarakat umum, Rahmijati Jahja, anggota DPD RI yang berasal dari daerah pemilihan (dapil) Gorontalo ini menyebut, pemuda saat ini nantinya akan menggantikan kedudukan para pejabat menteria hingga presiden di masa mendatang.

Dia juga mengutip Hasan Al Banna yang menyatakan: “Dalam setiap kebangkitan sebuah peradaban di belahan dunia manapun maka kita akan menjumpai bahwa pemuda adalah salah satu irama rahasianya.”

“Upaya merajut wawasan berkebangsaan, tentunya generasi muda akan mengetahui ada satu potensi besar dalam keragaman kaum muda, keragaman bangsa, dan mengenal suku-suku lain apabila mengimplementasikannya dengan mengadakan satu kegiatan yang mampu mengembangkan wawasan tersebut,” sambung Rahmijati Jahja

Pentingnya para pemuda dapat dilihat dari sejarah panjang bangsa ini. Tengok saja sejarah yang dimulai digerakkan Budi Utomo tahun 1908 yang merupakan organisasi kebangsaaan pertama, walaupun sebenarnya di dalamnya hanya terdiri dari golongan masyarakat tertentu tapi perjuangannya dalam menyerukan kemerdekan sudah merupakan usaha untuk mendorong ke arah kemajuan bangsa ini. Begitu juga peristiwa Rengas dengklok merupakan peran pemuda yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia yang melandasi lahirnya teks Proklamasi.

Bahkan Tragedi 1965 yang berhasil melengserkan orde lama juga tak lepas dari kekuatan dan peran pemuda pada waktu itu dengan ditandainya banyak demonstrasi yang menuntut segera dilakukan perbaikan–perbaikan negeri. Lahirnya peristiwa 1998 yang pada waktu itu dipelopori oleh mahasiswa sebagai elemen dari pemuda yang akhirnya sekali lagi membuktikan kekuatannya yaitu berhasil melengserkan pemerintahan orde baru. Para pemuda dan mahasiswa menuntut adanya reformasi di berbagai bidang guna mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera dan segera keluar dari krisis ekonomi yang menghantam negeri ini.




Tidak dapat dipungkiri, peran pemuda sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa karena merekalah tumpuan harapan bagi kelangsungan hidup suatu bangsa Dalam sebuah tulisan seorang aktivis kepemudaan mengatakan bahwa generasi muda tidak bisa tidak bisa dilepaskan dari pembangunan negara kita ini karena memiliki empat hal yang ada pada dirinya yaitu semangat mudanya,sifat kritisnya dan kematangan logikanya serta kearifan untuk melihat problem yang sesuai dengan tempatnya.

Maka tak salah kemudian dalam setiap momen bersejerah bangsa ini kita akan menjumpai para pemuda yang melakukan sebuah ”revolusi” peradaban mengatasnamakan Nasionalisme.Dalam sejarah bangsa kita yang mulia ini para pemuda menorehkan tinta emas sebagai garda terdepan perubahan.

Dikatakan, sejarah mencatat sejak lahirnya bangsa ini pada tanggal 17 Agustus 1945 sampai sekarang Indonesia telah banyak mengalami sebuah perjalanan panjang dan sebuah keniscayaan dalam setiap perjalanan pasti terjadi perubahan. Dalam konteks keIndonesiaan kita pun mengalami perubahan yang cukup berarti baik ditingkat lokal maupun global.

Namun di sisi lain jelas negeri ini tidak dapat melupakan efek negatif dari perubahan tersebut. Sebut saja seperti terjadinya konflik-konflik yang terjadi baik konflik yang bersifat SARA maupun konflik yang dilatarbelakangi oleh kepentingan politik, maupun ekonomi.

Lebih lanjut Rahmijati menjelaskan bahwa konflik yang terjadi di negeri kita ini bagaikan sebuah pembukaan dalam sejarah kelam bangsa Indonesia. Masalah bangsa datang silih berganti belum selesai duka negeri Aceh kita kemudian dikejutkan oleh tragedi tsunami di Jawa belum selesai rehabilitasi secara fisik dan mental muncul masalah lumpur Sidoarjo.

Pada bidang kesehatan masih berbekas dalam ingatan kita permasalahan kekurangan gizi di beberapa daerah menambah daftar masalah yang harus diselesaikan itu hanya sekelumit masalah yang harus dipecahkan bangsa ini.

“Akan tetapi ini adalah hal yang harus kita hadapi bersama tanggung jawab ini bukan hanya milik pemerintah tapi ini merupakan sebuah pertanggunjawaban secara kolektif kita yang mengatasnamakan bangsa Indonesia. Kita berfikir dan bergerak sekarang atau kita diam sama sekali. Dari ratusan juta rakyat, sebenarnya Indonesia menyimpan SDM yang potensial yang dibutuhkan untuk dijadikan modal untuk berjuang,” ucapnya.

Pertanyaan selanjutnya adalah siapa dari SDM yang mempunyai energi besar, mumpuni dan mempunyai daya gedor luar biasa dan telah terbukti dalam sejarah akan sepak terjangnya dalam membangun bangsa kita ini? (jo-2)


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.