Malu Ditegur di Depan Teman Ketika Pesta Miras, Anak Bunuh Bapak di Cengkareng - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Malu Ditegur di Depan Teman Ketika Pesta Miras, Anak Bunuh Bapak di Cengkareng

PI yang tega membunuh ayah kandungnya sendiri.
JAKARTA, JO- Tindakan pria ini sungguh tidak pantas ditiru. Hanya karena malu ditegur oleh sang ayah ketika sedang pesta minuman keras (miras) dengan teman-temannya, seorang anak membacok ayahnya hingga tewas.

Informasi yang dihimpun Kamis (31/1/2019), si anak durhaka ini berinisial PI, 24, membunuh ayah kandungnya bernama Abdurrachman, 60. Sang ayah ini tewas setelah mengalami luka bacok di bagian leher korban.

Kapolsek Metro Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat, Kompol H Khoiri mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika PI bersama rekannya minum-minuman keras jenis anggur di sebuah pos RT 11/12 Kapuk Sawah, Jalan Kapuk Sawah, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (29/1/2019) sore.

"Masalahnya hanya sepele, pelaku ini tidak terima ditegur bapaknya. Jadi saat itu pelaku tengah ikut rekannya membantu rekannya Udin melakukan servis TV milik seorang warga disebuah pos RT sambil minum minuman keras," kata Kompol Khoiri.

Saat tengah asik pesta miras sekaligus membantu rekannya servis TV, bapak pelaku melintas dilokasi, lalu menegur anaknya yang tengah Pesta Miras, untuk segera pulang ke rumah. Karena merasa malu, pelaku pun akhirnya memutuskan pulang kerumah. Dengan perasaan kesal, pelaku langsung menghampiri orangtuanya yang tengah berada di dapur, hingga terlibat bercekcokan atas tidak terimanya teguran yang dilontarkan oleh bapak kandungnya.




"Pelaku yang tak terima ditegur korban, lalu mencari korban yang sedang berada di dapur. Disana sempat ribut, bahkan korba sempat berucap 'Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri' (meniru ucapan pelaku). Lalu dijawab oleh korban dengan mengatakan 'Sama aja kalian berdua juga'," ujarnya.

Karena kesal ditambah pengaruh minuman keras, PI pun naik pitam, lalu mengambil senjata tajam jenis clurit yang berada di dapur dan langsung mengayunkan clurit satu kali ke arah korban hingga mengenai pangkal leher korban sebelah kiri.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit namun nyawanya tak tertolong, karena memang darah yang keluar terlalu banyak," katanya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng AKP Antonius mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan beberapa keterangan dari saksi-saksi, pelaku pun akhirnya berhasil diamakan.

"Dari hasil penyelidikan, kita amankan tersangka PI yang merupakan anak kandung korban, kini sudah diamankan di Polsek Cengkareng," ucapnya.

Akibat perbuatannya, tersangka mendekam di balik jeruji besi dengan ancaman pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (jo-5)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.