Kemenhub Bagikan 43 Unit Alat Komunikasi Radio ke Kapal di Danau Toba - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Kemenhub Bagikan 43 Unit Alat Komunikasi Radio ke Kapal di Danau Toba

Edi B Lubis (Tengah)
TOMOK,JO- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membagikan alat komunikasi, jenis Rik (Radio) ke sejumlah kapal kayu yang mengangkut penumpang umum, di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan pembagian alat komunikasi ini bertujuan untuk lebih meningkatkan keselamatan dalam berlayar. Pembagian ini dimulai dari pelabuhan Tomok Tour di Desa Tomok Simanindo, Kabupaten Samosir, yang ditandai pepasangan sebanyak tujuh unit di tujuh kapal penumpang umum.

Rijaya Simarmata selaku kepala seksi Sungai, Danau dan Penyeberangan (SDP) mengatakan, Kamis (6/12/2018), untuk tahap awal ada 43 unit yang akan dibagikan ke kapal kayu pengangkutan umum se kawasan Danau Toba.

"Tujuannya adalah memudahkan kami untuk melakukan pengawasan terhadap nakhoda dan kapal saat berlayar," kata Rijaya Simarmata .

Edi B Lubis,salah seorang staf kepala seksi SDP menambahkan,untuk tahap kedua nanti rencananya akan dibagikan lagi sehingga seluruh kapal penumpang umum yang berlayar di kawasan Danau Toba akan dilengkapi dengan radio komunikasi.




"Jadi ketika kapal mengalami kendala saat berlayar dengan adanya alat komunikasi ini diharapkan dapat membantu nakhoda untuk segera melapor kepada pos kita. dengan terpasangnya alat ini, maka akan memudahkan kami untuk memonitoring kapal kapal tersebut," ucap Edi B Lubis.

Edi juga menjelaskan,sudah ada lima tiang antena frekuensi di lima titik, di seputaran Danau Toba yang telah terpasang, yang pertama ada di kecamatan Ronggurnihuta kab. Samosir, kedua ada di Ajibata kab.Tobasa, ketiga ada di Tigaras, Kabupaten Simalungun, dan keempat di Simarjarunjung, Kabupaten Simalungun, dan yang kelima ada di Balige, Kabupaten Tobasa.

Jaringan radio ini akan aktif 24 jam dibergai cuaca buruk sekalipun. "Jadi intinya ketika ada hal hal yang tidak kita inginkan terjadi saat berlayar maka dengan Rik (Radio) nahkoda sudah dapat meminta pertolongan kepada kami melalui radio dan kepada kapal kapal terdekat dengannya untuk menberikan pertolongan, sehingga hal hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir," sebut Edi. (jabs)

Diberdayakan oleh Blogger.