Pentagon Minta Toko Militer Hentikan Menjual Ponsel Tiongkok - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Pentagon Minta Toko Militer Hentikan Menjual Ponsel Tiongkok

Huawei dan ZTE
JAKARTA, JO- Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) meminta kepada toko ritel yang menjual peralatan militer untuk menghentikan penjualan produk yang dibuat oleh perusahaan telekomunikasi Tiongkok, Huawei dan ZTE, dengan alasan masalah keamanan.

"Huawei dan perangkat ZTE dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi personel, informasi, dan misi Departemen," kata Mayor Dave Eastburn, juru bicara Pentagon, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip TheHill.com hari ini.

"Mengingat informasi ini, tidak bijak bagi Departemen Pertahanan untuk terus menjual ponsel itu ke personel [Departemen Pertahanan]. "

Eastburn tidak akan membahas secara rinci tentang sifat dari masalah keamanan yang dia maksud, tetapi mengutip kesaksian publik dari para pejabat intelijen yang memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan itu mungkin dikompromikan oleh pemerintah Tiongkok.

Dijelaskan, perintah untuk tidak menjual ponsel Tiongkok telah disampaikan kepada pangkalan militer di seluruh dunia pada 25 April, kata jurubicara itu.

Pada bulan Februari, para pemimpin intelijen mengatakan kepada Kongres bahwa mereka akan menyarankan agar tidak membeli produk dari dua perusahaan itu, memperingatkan bahwa perangkat mereka dapat digunakan untuk melakukan spionase atas nama Beijing.




Para pejabat menggemakan laporan Kongres 2012 yang secara efektif untuk menutup Huawei dan ZTE keluar dari pasar AS.

Pemerintah semakin mengejar perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok yang berharap untuk mendapatkan pijakan di AS. Bulan lalu, FCC memilih untuk maju dengan proposal untuk melarang perusahaan-perusahaan tersebut dari program subsidi untuk akses broadband dan telepon.

"Perangkat ini dapat menimbulkan risiko yang tidak dapat diterima bagi personel dan misi departemen," kata Eastburn, menambahkan bahwa Pentagon sedang mempertimbangkan apakah akan mengeluarkan nasihat kepada personel militer yang mendesak mereka untuk tidak menggunakan perangkat Huawei atau ZTE.

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email kepada The Hill pada Rabu malam, seorang juru bicara senior untuk Huawei mengatakan produk perusahaan "memenuhi standar keamanan, privasi dan rekayasa tertinggi."

"Kami tetap berkomitmen untuk keterbukaan dan transparansi dalam semua yang kami lakukan dan ingin menjadi jelas bahwa tidak ada pemerintah yang pernah meminta kami untuk berkompromi dengan keamanan atau integritas dari setiap jaringan atau perangkat kami," kata Charles Zinkowski. (jo-4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.