Tanah dari Truk Berceceran, Warga Protes Pelaksana Proyek Rusun Pesakih Daan Mogot - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Tanah dari Truk Berceceran, Warga Protes Pelaksana Proyek Rusun Pesakih Daan Mogot

Proyek Rusun Pekasih Daan Mogot, Jakarta Barat.
JAKARTA, JO- Proyek pembangunan rumah susun (Rusun) Pesakih Daan Mogot, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat (Jakbar) yang dikerjakan PT Hutama Karya (PT HK) mendapat protes dari warga penghuni Rusun Pesakih.

Pasalnya,tanah yang diangkut dump-truck berceceran di jalanan sehingga membuat jalanan kotor dan licin.

"Apalagi musim hujan seperti saat ini jalanan licin dan kotor,jika kemarau tanahnya kering menimbulkan banyak debu yang dapat mengganggu sistem pernapasan.Masalah ini membuat keresahan warga setempat," ujar Haris salah seorang warga Rusun Pesakih kepada wartawan, di Jakarta, Kamis(29/2/2018).

Tidak hanya itu, warga juga protes karena pelaksana proyek memakai fasilitas jalan yang terdapat di area Rusun Pesakih sebagai akses keluar masuk dump-truck pengangkut tanah ke lokasi proyek yang dinilai dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan warga.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Ironisnya,tanah yang menempel di ban dump-truck tidak dibersihkan sehingga tanah berceceran sepanjang jalan mulai dari area rusun Pesakih hingga ke Jalan Raya Daan Mogot.

"Kondisi ini sangat meresahkan karena dapat mengancam keselamatan dan keamanan warga pejalan kaki maupun pengendara motor, " ujarnya.

Warga penghuni rusun Pesakih meminta supaya Kepala Unit Pengelola Rusunawa Pesakih, Sardjoko mendengarkan dan mau menindaklanjuti keluhan warga.Beliau selaku kepala pengelola harus bertanggungjawab atas kondisi ini. Jangan sampai ada korban kudian bertindak,Kata Haris selaku perwakilan dari warga.

Ditempat terpisah, Ade yang juga warga rusun Pesakih mengeluhkan suara kebisingan dari alat-alat berat proyek yang bekerja selama 24 jam itu.

"Mereka bekerja 24 jam,waktu istrahat kami sangat terganggu dari kebisingan suara mesin alat-alat berat yang bekerja sampai pagi," ungkapnya.

Dari pantauan wartawan di lokasi rusun Pesakih memang benar bahwa ceceran tanah proyek di jalanan tidak dibersihkan,terlihat tanah yang berceceran telah mengeras menempel di badan jalan.PT Hutama Karya harusnya mau membersihkan jangan dibiarkan begitu saja tanah tercecer demi kenyamanan dan keamanan bersama. (jo-6)



Diberdayakan oleh Blogger.