Pasar Ikan Modern Muara Baru Mulai Dibangun, Lelang Ikan Sekaligus Tempat Wisata - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Pasar Ikan Modern Muara Baru Mulai Dibangun, Lelang Ikan Sekaligus Tempat Wisata

Menteri  Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Gubernur DKI Anies Baswedan saat groundbreaking Pasar IkanModern Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (8/2/2018).
JAKARTA, JO- Pembangunan Pasar Ikan Modern (PIM) Muara Baru di Jalan Muara Baru Raya, Penjaringan, Jakarta Utara diroundbreaking, Kamis (8/2/2018). Grounbreaking ini dlakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pasar yang akan dibangun di atas lahan seluas 22.444 meter per segi milik Kementerian Kelautan dan Perikanan itu akan menjadi pasar ikan pertama di Indonesia yang mengusung konsep modern one stop shopping aneka produk perikanan.

Kepada wartawan, Anies Baswedan mengatakan, selain menjadi tempat lelang ikan, tempat ini dapat menjadi destinasi wisata baru di Jakarta karena lokasi ini kaya dengan sejarah.

Menurutnya, pasar ikan tersebut awalnya sudah ada sejak tahun 1846 dan sudah menjadi tempat pelelangan ikan. Pasar memiliki bangunan yang unik karena bentuknya seperti Heksagon dan banyak orang menyebutnya seperti benteng atau kastil.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

"Tempat ini kaya akan nilai sejarah. Bukan hanya jual beli, kami ingin tempat ini menjadi detinasi wisata," kata Anies.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki harapan besar agar pasar ikan tersebut bisa setara dengan yang ada di Sidney atau Jepang,

"Ini bisa menjadi sebuah ikon baru dan Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan -red) berharap ini bukan menjadi project terakhir pasar ikan di Jakarta," terangnya.

Anies menambahkan, keberadaan pasar ikan ini dapat kembali menumbuhkan budaya komunikasi sesama pelaku ekonomi. Sebab, seringkali budaya tersebut hilang dalam kegiatan ekonomi. (jo-3)





Diberdayakan oleh Blogger.