Jelang P2 Adipura, Toilet dan Pantry di Kantor Wali Kota Jakbar Masih Kotor dan Bau - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Jelang P2 Adipura, Toilet dan Pantry di Kantor Wali Kota Jakbar Masih Kotor dan Bau

Kondisi selasar bocor
dekat masjid kantor wali kota Jakarta Barat.
JAKARTA, JO- Menjelang penilaian kedua (P2) Adipura yang akan dilaksanakan sekitar akhir Februari atau awal Maret mendatang tahun, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat terus berbenah.

Salah satu titik penilaian adalah masalah kebersihan lingkungan, perbaikan dan penataan parkir di area gedung kantor wali kota.

Memang terlihat area kantor sudah mulai  tertata rapih dan bersih. Namun, di dalamnya beberapa pantry dan toilet di gedung B Kantor Wali Kota Jakarta Barat masih kotor dan bau.

"Beberapa titik mulai dari lantai satu hingga lantai 16 gedung B, toilet masih kotor dan ruang pantry baunya menyengat karena banyaknya kecoa," ungkap Pahala Ketua umum LSM Pemerhati Pembangunan kepada wartawan, Rabu (28/2/2018).

Lanjut Pahala, dari pantauannya, ada beberapa titik ruang pantry yang memprihatinkan, khususnya ruang pantry lantai sembilan, baunya menyengat bau kotoran kecoa dan di ruangan itu jadi sarang kecoa.

Bahkan mulai dari lantai 1 sampai 16 gedung B kantor walikota ini tikus berkeliaran. Hal itu diakui salah seorang petugas cleaning service.

"Ruangan itu tidak hygienis, kita rasakan bau dari kotoran kecoa,kita masuk sebentar saja tidak kuat hirup udara di dalam ruang pantry padahal ruangan tersebut digunakan untuk masak dan menyimpan peralatan masak dan makan," ujar Pahala.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!


Pahala mengatakan, untuk anggaran pemeliharaan gedung itu ada yang sumbernya dari APBD. Tapi kenapa kondisi ruangan pantry dan toilet masih terlihat kotor dan bau, sementara petugas cleaning service ada tapi perlengkapan untuk pembersihan tidak ada.

"Seharusnya, bagian umum harus menyiapkan peralatan kebersihan seperti pembersih lantai dan anti noda agar sanitasi fasilitas gedung ini bersih dan sehat, kebersihan terjaga dan lingkungan sehat," kata Pahala.

Kabag Umum dan Protokol Jakarta Barat Ruswa Sudisman menjelaskan, saat ini lagi pihaknya jaga penilaian Adipura jangan sampai ada puntung rokok biar nilai kantor wali kota bagus termasuk memantau yang merokok dan penataan parkir kendaraan.

Sementara ini untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas gedung belum ada anggarannya. "Kalau ada yang rusak saya benerin sendiri pak.Tanpa anggaran tapi kegiatan jalan terus,  yang rusak saya benerin sendiri bukan pakai anggaran," jawab Ruswa.

Ditanya kondisi ruangan pantry kotor dan bau jadi sarang kecoa yang berada di gedung B kantor walikota Jakarta Barat, Ruswa mengatakan,"Mending jadi sarang kecoa daripada jadi sarang perokok,lihat sendirilah."

Ruswa Sudisman juga menjawab pertanyaan wartawan melalui WhatsApp dengan mengatakan "kalau ada anggaran pemeliharaan gedung sudah seperti istana saya bikin. Jangan mancing karena ini bukan lautan. Tak ada anggaran tapi kegiatan harus jalan."

Wartawan kembali bertanya kondisi selasar yang terletak di area kantor Wali kota dekat gedung parkir dan selasar area masjid yang kondisinya sudah tidak layak sudah bolong-bolong, Ruswa selalu mengatakan tidak punya anggaran. Tapi sudah diprogramkan untuk perbaikannya tapi ini pihaknya lagi cari dana siapa tahu ada yang mau bantu, mungkin barangkali bapak mau bantu.

"Saya cari dulu dana lalu beli bahan dan teman teman PHL yang mengerjakan," imbuhnya.

Dari pantauan wartawan, di area kantor wali kota tahun 2018 banyak perbaikan yang dilakukan bagian umum dan protokol, seperti pembuatan tambang pembatas terbuat dari baja kegunaannya agar  warga tidak bisa duduk dan berkumpul di sepanjang area selasar, begitu juga di area kantin.

Kemudian membuat taman atas (roof garden) yang terletak di gedung parkir kendaraan blok C lantai 7 menjadi sarana rekreasi bagi tamu yang datang ke kantor Wali Kota Jakarta Barat. Nah,lalu darimanakah anggarannya pekerjaan itu, konon kata kabag umum mereka tidak memiliki anggaran. (jo-6)

Diberdayakan oleh Blogger.