Jakarta Barat Jadi "Neraka" bagi Pelaku Curanmor - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Kombes Pol Hengki Haryadi
JAKARTA, JO- Wilayah hukum Jakarta Barat (Jakbar) selama ini dikenal dengan wilayah yang paling rawan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan juga narkoba. Data menunjukkan curanmor menjadi kasus terbanyak kedua di daerah ini setelah kasus narkoba.

Tapi soal perlawanan terhadap para pelaku curanmor ini, jajaran Polres Metro Jakarta Barat pun tidak mau main-main. Saat ini dan ke depan, wilayah Jakarta Barat akan menjadi 'neraka' bagi para pelaku curanmor yang terkenal dengan kesadisan mereka. Mereka akan diuber sampai ke lubang jarum dan akan ditindak tegas.

"Curanmor jini adi kasus terbanyak kedua yang ada di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat setelah kasus narkoba. Waktu rawan kasus curanmor ini ada di rentang pukul 00.00-06.00 pagi. Karena itu kami tak akan segan menindak tegas para pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan warga maupun petugas," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Dikatakan, pelaku curanmor tidak bisa dibiarkan, dan jika melakukan perlawanan, pihaknya akan memberikan tindakan lebih keras lagi kepada pelaku. "Kami tidak akan main-main, pelaku melawan akan kami tindak tegas. Kalau memang melawan kami berikan tindak tegas pada pelaku," tegasnya.

Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan, di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Barat ada lebih dari 100 titik rawan curanmor. Penangkapan dapat dilakukan petugas dengan melakukan operasi tertutup.

"Kami petakan di Jakarta Barat titiknya curanmor Palmerah, Kalideres, Cengkareng. Ada 125 titik rawan curanmor. Hari ini terbukti anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Barat saat melaksanakan tugas patroli tertutup berhasil menangkap tangan pelaku curanmor dengan senjata api ada dua orang," ungkapnya.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat berhasil menangkap komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) sadis yang kerap beroperasi di daerah Palmerah, Jakarta Barat.

Komplotan yang sudah lama jadi target operasi ini dapat mencuri sepeda motor minimal 10 unit dalam sehari. "Dua orang ini hasil pemeriksaan sudah banyak melakukan aksi di Jakarta Barat dan kalau kepepet dia tidak segan-segan menembak korbannya. Hari ini, kami tangkap dan sehari minimal 10 kendaraan bermotor," kata Kapolres.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!


Pada awalnya polisi menangkap dua orang pelaku Hendri dan Tamrin di kawasan Palmerah usai beraksi pada Senin (19/2/2018) kemarin. Penangkapan kedua pelaku dapat dilakukan setelah polisi memetakan daerah rawan curanmor.

Pelaku bernama Hendri ditembak hingga tewas karena melawan dan berusaha melarikan diri. Polisi menyita senjata api yang digunakan pelaku untuk beraksi. Setelah dilakukan pengembangan, polisi menemukan sebanyak 7 unit sepeda motor hasil curian. Namun, polisi juga menemukan ada banyak STNK dari pelaku.

Tak seperti komplotan curanmor lainnya, komplotan ini menjual motor hasil curian ke daerah Tangerang, Banten. Dalam pengembangan kasus, dua pelaku lain ditangkap yakni Zaenal dan Apipudin yang berperan sebagai penadah sepeda motor curian. "Ini ada perubahan pola yang katanya dijual di Karawang sekarang di Tangerang," tutur Kapolres.

Kapolres mengatakan, STNK yang ditemukan tersebut asli. Polisi akan menyerahkan STNK tersebut kepada para pemiliknya. Berdasarkan KTP yang dipunya, para pelaku diketahui berasal dari daerah Lampung. Komplotan ini juga mengaku mendapatkan senjata api dari Lampung. Para pelaku ini kerap bertukar peran dalam menjalan kan aksinya.

"Pelaku dari keterangan dari KTP dari Lampung. Sementara pengakuan tersangka (senpi) dari Lampung. Mereka ini komplotan, jaringan terkadang mereka ganti dari pilot dan eksekutor. Jadi pilot yang jalankan kendaraan," beber Kapolres. (jo-6)



Diberdayakan oleh Blogger.