Pria Ini Nekat Bunuh Diri, Dua Kaki Patah Masih Hidup - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion
Ilustrasi
JAKARTA, JO- Aksi pria berinisial JJ,26, ini jangan ditiru. Diduga depresi dia pun nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai lima rumah kosnya di Tambora, Jakarta Barat, Rabu (17/1/2018). Tapi bukannya mati, pria ini masih hidup dengan kondisi mengenaskan kedua kakinya patah di bagian lutut.

Informasi yang disampaikan Kapolsek Metro Tambora Kompol Slamet Riyadi, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.

"JJ adalah seorang karyawan swasta asal Pemangkat, Kalimantan Barat," kata Kompol Slamet Riyadi.

Akibat tindakan nekatnya, korban mengalami luka serius dibeberapa bagian tubuh dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan.

“Korban loncat dari lantai lima yang digunakan sebagai tempat kost. korban mengalami luka pada tangan sebelah kanan patah, kaki kanan dan kiri dibagian lutut patah, mata bagian kanan lebam, telinga kanan mengeluarkan darah dan punggung luka terkena serpihan kaca,” kata Kapolsek.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Sementara Kanit Reskrim Polsek Metro Tambora AKP Erick Ekananta Sitepu menjelaskan dugaan sementara pelaku nekat terjun karena mengalami gangguan kejiwaan. “Motif belum tahu. Tapi, kalau keterangan keluarga korban sudah lama depresi, dan setres,” kata AKP Erick.

Korban juga dikenal tertutup baik kepada keluarga maupun tetangga kos tempat ia tinggal. “Sama keluarga juga kurang deket, dia tinggal di kos itu sendiri. Kalau lagi depresi dipemdem nggak mau cerita ke keluarga. Di kos-kosan juga tidak saling kenal, tertutup,” ucap AKP Erick.

Saat ini korban masih mendapatkan perawatan intensif di RSUD Tarakan. Dari pihak keluarga juga telah mendatangi rumah sakit. “Tinggal kami nunggu kondisi terahir,” ucap AKP Erick.

Meski keluarga telah menyebut korban mengalami gangguan kejiwaan, namun AKP Erick akan meminta bukti surat medis riwayat kesehatan korban. Untuk itu, dirinya belum bisa memberikan keterangan gangguan kejiwaan yang dimaksud dan permasalahan yang dihadapi korban. “Saya masih perlu gali informasi lagi,” pungkas AKP Erick. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan termasuk mengamankan beberapa barang bukti dari lokasi korban nekat terjun. (jo-6)





Diberdayakan oleh Blogger.