Becak (Ilustrasi)
JAKARTA, JO- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, becak hanya beroperasi di wilayah permukiman warga dan menjadi angkutan lingkungan.

Hal itu disampaikannya terkait rencana pengaturan ulang terhadap operasional becak yang ada di wilayah ibukota. Melalui pengaturan tersebut, pihaknya ingin mengakomodasi kebutuhan warga, terutama bagi warga yang menjadikan becak sebagai mata pencaharian.

"Becak-becak itu nantinya hanya ada di kampung, jadi angkutan kampung atau angkutan lingkungan. Kami memang tidak pernah merencanakan becak beroperasi di jalan raya," kata Anies Baswedan.

Terlebih, dia menuturkan angkutan roda tiga tersebut sampai dengan saat ini masih dijumpai di sejumlah wilayah di Jakarta. Artinya, kebutuhan warga akan becak juga masih ada.

"Terutama di wilayah Jakarta Utara. Disana masih ditemui ada banyak becak. Kami tidak menutup mata dengan keberadaan becak. Masih ada warga yang butuh becak," tutur Anies.

Baca hotel terbaik di Paris, tulis komentarmu
Bandingkan harga hotel dan reviewnya di New York City
Baca review rental liburan di seluruh dunia
Ada apa di London? Cari hotel termurah dan nyaman disana!

Lebih lanjut, dia mengungkapkan pihaknya akan pengaturan operasional becak di wilayah ibukota akan disesuaikan dengan kebutuhan warga di tiap-tiap daerah permukiman. Jika warga tidak membutuhkan ya tidak akan dioperasikan di wilayah itu.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyampaikan kritik terhadap sejumlah langkah yang ditempuh Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno yang disebutnya membawa Jakarta mundur ke belakang.

"Negara-negara lain sudah pada maju, tapi Jakarta malah mundur, semakin sembrawut," katanya. (jo-3)




Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.