Basuki T Purnama
JAKARTA, JO- Sebuah angka terkait seniman Betawi diberikan Ketua Yayasan Benyamin Sueb, Beno R Benyamin, yang membuat hati miris. Bayangkan, jika pada tahun 1986 tercatat ada sebanyak 579 sanggar seni Betawi yang eksis, maka pada tahun 2000-an, jumlahnya hanya ada 86!

Maka jadilah kegiatan yang parade seni Betawi yang berlangsung di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel) ini diberikan nama "Seniman Betawi Jangan Menangis".

Menurut Beno yang adalah putera almarhum Benyamin S ini, kalau dihitung dengan sanggar yang ada saat ini atau tahun 2015 ini, jumlahnya tidak sampai 80 buah.

Ia pun menganalisis sejumlah kondisi yang menyebabkan terpuruknya para seniman Betawi ini. Termasuk minimnya kesempatan sanggar Betawi tampil di media massa elektronik baik secara off  air maupun on air.

Namun disisi lain, menurut Beno, untuk bisa tampil di berbagai kesempatan harus memenuhi beberapa kriteria di antaranya kesiapan kesenian dan dukungan kebijakan.

"Seniman Betawi mendukung Pemprov DKI mengeluarkan adanya peraturan daerah (perda) dalam upaya pelestarian budaya asli Jakarta," sambung Beno.

Dikatakan, pihaknya juga mendukung perda seni budaya Betawi untuk tampil ke tempat-tempat seperti hotel, restoran, dan sebagainnya. Hal ini juga sesuai amanah dari Undang-Undang Nomor 29 tahun 2007 tentang Pemprov DKI Bab V Pasal 26 ayat 6, yang menyatakan Pemprov DKI Jakarta melestarikan dan mengembangkan budaya Betawi serta melindungi berbagai budaya masyarakat daerah lain yang ada di DKI.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang ikut hadir dalam acara ini mengajak warga Jakarta untuk melestarikan budaya Betawi.

Ahok pun menyampaikan ajakan ini dalam sebait puisi. "Pergi ke Ciawi beli baju, baju dibeli dapat satu. Budaya Betawi pasti akan maju, kalau semua peduli dan bersatu," kata Ahok yang disambut tepuk tangan warga.

Menurut Ahok, Pemprov DKIsejak masa kepemimpinan Joko Widodo juga telah berupaya melestarikan budaya Betawi. Pelestarian budaya Betawi yang telah dilakukan di antaranya mewajibkan PNS DKI mengenakan baju khas Betawi setiap hari Jumat.

Bahkan, jika nanti tidak lagi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Basuki menghendaki foto dirinya yang terpampang di Balaikota juga mengenakan pakaian khas Betawi.

"Nanti kalau saya berhenti jadi gubernur, foto saya di balai kota harus pakai baju sadariah. Kan belum ada yang kayak gitu fotonya," begitu Ahok. (jo-3)

Visiting London? Find Deals, Compare Rates, and Read Hotel Reviews on TripAdvisor Visiting Las Vegas? Find the Best Deals & Reviews at TripAdvisor. 60+ Million Users Trust TripAdvisor With Their Travel Plans. Shouldn't You?

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.