ERP di Jakarta.
JAKARTA, JO- Rencana Kota Bogor untuk melarang mobil berpelat B (Jakarta) ke Bogor ternyata dibantah bahkan oleh Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok). Menurutnya, Bogor bulan melarang tapi berupaya untuk membatasi dengan menerapan sistem Electronic Road Pricing (ERP) seperti dilakukan DKI Jakarta.

Hal itu disampaikan Ahok setelah berkomunikasi dengan Walikota Bogor Bima Arya. "Jadi bukan melarang mobil Jakarta masuk ke Bogor, tapi membatasi seperti model ERP yang dilakukan Jakarta. Dia mau siapin kayak kebijakan pembatasan mobil berpelat nomor ganjil atau genap untuk semua kendaraan disana," kata Ahok.

Kemudian pihak Pemkot Bogor akan menyiapkan kendaraan umum untuk jalan-jalan di dalam kotanya.

Cek Hotel di Jakarta, Bandingkan Tarifnya | Cek Hotel di Parapat, Danau Toba, Bandingkan Harga dan Baca Ulasannya | Cek Hotel di Bandung, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya | Cek Hotel di Surabaya, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Masih kata Ahok, tidak ada kerugian yang dirasakan oleh warga Jakarta terkait rencana pembatasan kendaraan bermotor yang akan diterapkan oleh Pemkot Bogor.

Dari Bima Arya, Wagub DKI ini mendapat kabar teknis pemberlakuan kebijakan tersebut hingga saat ini masih digodok, sedangkan Bima Arya sendiri saat ini juga sedang menunaikan ibadah haji.

"Tunggu dia (Bima Arya) pulang haji saja, sehingga kita bisa tahu bagaimana selengkapnya," ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini. (jo-3)

Mengunjungi London? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya | Wisata ke New York? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya | Jalan-jalan ke Las Vegas? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.