Kebanyakan Makan Garam Terkait dengan Kematian 1,65 Juta per Tahun

Garam (Ilustrasi)
JAKARTA, JO- Orang-orang di seluruh dunia ternyata memakan garam dua kali lebih banyak dari yang semestinya, dan perilaku ini sangat berhubungan dengan 1,65 juta kematian terkait jantung per tahun di seluruh dunia, kata peneliti.

Kelebihan garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor utama dalam penyakit jantung dan stroke, menurut penelitian di New England Journal of Medicine, yang dirilis Rabu (13/8).

Studi ini diadakan para ilmuwan di Harvard dan Tufts University, dengan menggabungkan data dari 205 survei asupan natrium di 66 negara di seluruh dunia.

"Angka 1,65 juta kematian mewakili hampir satu dari 10 dari semua kematian akibat kardiovaskuler di seluruh dunia," kata pimpinan peneliti Dariush Mozaffarian, dekan Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University.

"Temuan baru ini menginformasikan perlunya kebijakan yang kuat untuk mengurangi natrium diet di Amerika Serikat dan di seluruh dunia."

Tingkat rata-rata asupan natrium harian global pada 2010 adalah 3,95 gram per hari, hampir dua kali lipat rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dua gram per hari.

Meskipun asupan garam lebih tinggi dari yang seharusnya di semua wilayah dunia, namun besaran angkanya bervariasi. Di Sub-Sahara Afrika, misalnya rata-rata berkisar antara 2,18 dan di Asia Tengah hingga 5,51 gram per hari.

Asupan garam harian rata-rata orang Amerika adalah 3,6 gram. Pemerintah AS merekomendasikan membatasi natrium tidak lebih dari 2.300 mg (2,3g) per hari. (jo-4)

Jalan-jalan ke Las Vegas? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.