Wisata siswa.
JAKARTA, JO- Para orang tua murid minta Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi ( Dikmenti ) DKI Jakarta menghapus kegiatan tour yang dilakukan oleh pihak sekolah,menyusul terjadinya musibah kecelakaan bus pariwisata, yang mengangkut puluhan pelajar serta guru SMA Al Huda Cengkareng di jalur Emen, Subang,Jawa Barat pada Selasa (17/6) lalu.

Permintaan itu, disampaikan sejumlah warga Kalideres, Jakbar, Kamis (19/6). "Kita berharap pihak Dikmenti DKI Jakarta mau menghentikan acara tour yang diselenggarakan oleh pihak sekolah," kata Usup.

Menurutnya, ketika terjadi kejadian seperti kecelakaan yang menewaskan sejumlah pelajar, orang tua murid tidak tahu lagi harus berbuat apa, dan tidak mengerti kepada siapa bisa dimintakan tanggung jawab.

"Kami sebagai orang tua tentunya merasa khawatir dengan keberangkatan anak kami pada acara yang diselenggarakan oleh pihak sekolah.Tetapi apa boleh buat, jika kita sebagai orang tua tidak mengijinkan anak kita untuk berangkat, tentunya proses nilai yang akan dimainkan oleh pihak sekolah. Jadi kita minta Dikmenti harus menghentikan kegiatan seperti itu," ucap Usup.

Hal senada juga diungkapkan Saidi. Menurutnya, kegiatan tour yang dilakukan oleh pihak sekolah sebenarnya tidak ada manfaatnya, melainkan hanya menghamburkan uang saja.

"Kita menduga sengaja acara rekreasi yang dilakukan oleh para sekolah dengan mengintimidasi soal nilai hanya akal akalan guru untuk mencari uang tambahan. Anak kami merasa takut dengan nilainya jika tidak mengikuti acara tour itu," ujarnya. (leman)

Mengunjungi London? Cek Daftar Hotel, Bandingkan Tarif dan Baca Ulasannya

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.