Pembunuh Veni Ryunaoki di Kamar Kos Awalnya Hanya Berniat Mencuri

Ilustrasi
JAKARTA, JO- Tim gabungan Reskrim Polres Jakarta Utara (Jakut) dan Polsek Pademengan akhirnya mengungkap pelaku pembunuh Veni Ryunaoki, 18, wanita penjual handphone di kamar kosnya di Pademangan, Jakut.



Pelakunya adalah Budi Darmawan, 26, yang mengaku membunuh korban karena terpaksa karena niat awalnya mencuri barang-barang milik korban.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Daddy Hartadi di Polsek Pademangan, Jakut, Selasa (15/4), Budi memiliki dua isteri, satu isteri sah tinggal di Sukabumi, dan satu lagi isteri siri tinggal di Cilincing.

"Dia mengaku ingin mencuri karena butuh biaya. Isteri siri hamil 5 bulan, terus minta dinikahi," kata Daddy.

Dikatakan, pada awalnya dia tidak berniat untuk membunuh korban, namun setelah masuk ke kamar korban dan mematikan lampu ternyata korban berteriak, sehingga tersangka ini terdorong untuk membunuh.

Usai membunuh korban, tersangka mencuri dua gadget korban yaitu satu I-Pad dan satu Blackberry Dakota. I-Pad korban pun akhirnya dijual di counter handphone di daerah Pademangan dengan harga Rp 700.000.

Seperti diberitakan JakartaObserver.com sebelumnya, Veni dibunuh pada Jumat (11/4) pukul 02.00 WIB di kosnya di Jalan Ampera 4, RT 11/18, Pademangan Barat. (Baca berita sebelumnya: Perempuan Pedagang Handphone Ditemukan Tewas di Kamar Kos )

Menurut AKBP Daddy Hartadi, tersangka mengikuti Veni hingga ke kosan setelah bertemu secara tidak sengaja di daerah Pademangan. Pelaku tertarik karena melihat Veni memiliki barang-barang berharga. Saat korban sudah masuk di kosannya, pelaku menunggu di garasi kosan korban hingga 2 jam untuk memastikan kondisi aman untuk mencuri di kamar korban.

Budi lantas masuk kos dengan cara membuka pintu kamar melalui jendela kamar korban. Setelah berhasil masuk kamar korban sekitar pukul 02.00, pelaku langsung mematikan lampu kamar korban yang awalnya masih hidup. Tapi, rupanya Veni terbangun dan langsung berteriak-teriak, sehingga pelaku ini membekap mulut korban.

Saat korban berontak dan berteriak, itu para tetangga kosan sempat menegurnya dengan cara mengetuk pintu kosan. Takut aksinya diketahui, tersangka melilit leher korban menggunakan seutas kabel exhaust yang ada di kamar kosan korban hingga tewas. (jo-7)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.