Pembongkaran Dua Gudang Terus Tertunda, P2B Sengaja atau Tak Punya Nyali?

Beko yang dihalau warga saat bangunan gudang yang
melanggar hendak dibongkar di Jalan Menceng Raya,
Senin (23/4) . Sampai kini belum ada tindak lanjut pembongkaran.
JAKARTA,JO- Hingga Kamis (10/4), upaya  pembongkaran dua bangunan gudang di Jalan Menceng Raya, Jakarta Barat (Jakbar) masih terus tertunda setelah sebelumnya aparat Sudin P2B Jakbar menghadapi perlawanan dari sekelompok warga.

Tertunda-tundannya pembongkaran bangunan itu, menjadi pertanyaan sejumlah warga Kalideres, jangan-jangan pihak P2B sengaja ingin membiarkan pelanggaran itu atau memang tidak punya nyali.

"Sampai saat ini pembongkaran belum juga dilanjutkan. Apakah Kasudin P2B Jakbar takut? Kalau takut sebaiknya mundur saja. Atau memang berpura-pura melakukan tindakan setelah sampai di lokasi mundur lagi. Ada apa dengan P2B?" tanya Sofyan, 45, warga Kalideres di Jakarta, Kamis (10/4).

Seperti diberitakan JakartaObserver.com sebelumnya, penertiban bangunan yang dilakukan aparat Sudin P2B Jakbar, Senin (23/3) sekitar pukul 11.20 WIB menghadapi perlawanan dari sekelompok warga.  Warga yang sudah berkumpul sejak pukul 09.011 WIB di dua unit bangunan melanggar yang ada Jalan Menceng Raya RT 02/02 itu menggiring backhoe (beko) milik petugas ke arah Prepedan Raya.

Menghadapi perlawanan warga, petugas P2B, Satpol PP dan anggota Polsek Kalideres pun mundur dan berjanji untuk melakukan pembongkaran di hari berikutnya. Hanya saja sampai hari ini tindak lanjut rencana itu belum terealisir.

Menurut Sofyan, kalau pihak P2B tidak mampu menertibkan bangunan tersebut lebih baik  seluruh bangunan yang melanggar di wilayah Jakbar tidak usah ditindak, sebaliknya diamankan saja.

"Masa bangunan yang kecil seperti bangunan wisma kecil dan sedang, P2B begitu semangatnya membongkar tapi giliran bangunan gudang, pabrik dan hotel yang tergolong bangunan raksasa mereka diam saja,kadang kala masyarakat berasumsi bahwa P2B itu berpura-pura melakukan tindakan setelah sampai di lokasi mundur lagi," sambungnya.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke Kepala Dinas P2B Jakarta I Putu Ngurah Indiana, termasuk Kepala Seksi Dinas Penertiban Pebriyana Tambunan, dan Kasudin P2B Jakbar Ir Berry Hasudungan Siagian,MM sampai berita ini diturunkan belum bersedia memberikan jawaban. (jo-6)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.