Pembangunan Rumah Deret Kapuk Terhambat Sembrawutnya Kabel Listrik - Jakarta Observer - Breaking News & Opinion

Pembangunan Rumah Deret Kapuk Terhambat Sembrawutnya Kabel Listrik

Pembangunan rumah deret RW04 Kapuk terganggu oleh
sembrawutnya kabel dan tiang PLN yang sudah
berusia 33 tahun yangmasih menempel di dalam
rumah warga.
JAKARTA,JO- Pembangunan Kampung Deret di RW 04,Kelurahan Kapuk,Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat (Jakbar), tak Kunjung selesai, dikarenakan sembrawutnya tiang dan kabel listrik yang dipasang tahun 1981 di permukiman warga.

Warga berharap agar Dinas Perumahan Pemprov DKI Jakarta dapat berkoordinasi degan pihak PT PLN karena pembangunan rumah deret dari bantuan sosial (bansos) yang sedang berlangsung saat ini terganggu akibat keberadaan tiang dan kabel yang ada di depan rumah warga.

"Saya sebagai salah satu penerima bansos untuk perbaikan rumah tidak akan bisa selesai pembangunanya,sebab didepan rumah saya ada tiang listrik," ujar Pangat 45,warga RT 02/04 Kelurahan Kapuk, salah satu yang mendapat bansos di lokasi, Rabu (19/3).

Hal senada juga disampaikan Doris, 36, warga RT 002/04 yang mengatakan, untuk menyelesaikan perbaikan rumah kabel listrik melintas di dalam rumah karena pihak PT PLN tidak mau tahu bagaimana kondisi kabel-kabelnya yang sembrawut.

"Lihat saja kabel listriknya amburadul tidak pernah dirapikan," katanya.

Nurahmad, selaku ketua RW 04 Kapuk membenarkan hal itu. "Saya sudah pernah kirim surat ke pihak PT PLN distribusi wilayah Jakarta dan Tangerang di Bandengan, oleh petugas PLN langsung survei dua bulan lalu namun sampai saat ini tidak ada realisasi," ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Nurahmad, kabel-kabel PLN yang masih terpasang di pemukiman warga sudah selayaknya dilakukan peremajaan sebab kondisinya juga tiang listrik penyebab terhambatnya penyelesaian pembangunan rumah deret di RW 04 ini.

"Tiang dan kabel listrik di pasang sejak 1981 jadi usianya sudah mencapai 33 tahun.Sudah layak diremajakan karena kondisi tiang dan kabel tersebut tampak sembrawut," tandasnya. (jo-6)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.