Caleg Muda PKB H Eddy Faisal, Entrepreneur Sukses yang Ingin Membangun Politik Solidaritas

H Eddy Faisal
JAKARTA, JO- Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi ini masih tergolong muda namun punya misi kebangsaan yang langka namun dinilai tepat untuk Indonesia yang mulai dihantam budaya individualistik di semua sisi.

Lihat saja dalam visi dan misinya, kata-kata "solidaritas", "gotong-royong", "karakter bangsa", "partisipatif", "berwatak nasional" menjadi begitu dominan; menunjukkan bagaimana H Eddy Faisal, nama caleg muda ini, memandang Indonesia dan sekaligus arah politiknya. Fakta yang menunjukkan caleg yang dikenal sukses sebagai seorang entrepreneur dengan ide-ide segar yang tidak kunjung habis dan sering kali out of the box ini, juga sangat memahami permasalahan bangsanya secara tepat.

"Saya ingin membangun politik solidaritas dengan menata kembali demokrasi melalui partisipasi rakyat dari tingkat lokal hingga terbentuknya solidaritas nasional, memantapkan reformasi birokrasi sebagai pelayan rakyat dan bukan alat kekuasaan," katanya kepada JakartaObserver.com, yang menghubunginya Jumat (28/3).

Pemimpin perusahaan Duta Holding Group yang lahir di Medan, Sumatera Utara (Sumut) pada 11 Agustus 1976, juga menegaskan pentingnya menggerakkan ekonomi emansipatif dan partisipatif dengan menggerakkan potensi manusia yang produktif, penguasaan dan pengelolaan SDA secara bergotong-royong dan berwatak nasional.

H Eddy Faisal
Menurut Eddy Faisal, budaya gotong-royong itu memang perlu dikembangkan kembali, termasuk merestorasi pendidikan karakter bangsa yang menjunjung tinggi pluralisme, kebebasan berekspresi, solidaritas sosial, penghargaan terhadap budaya lokal, membangun ilmu pengetahuan berbasis warisan budaya bangsa.

Eddy adalah putra Alm Alris, seorang militer, yang diakuinya sangat mempengaruhi pembentukan kepribadiannya yang sarat nilai kedisiplinan dan tanggung jawab. Tidak hanya itu, sebagai penyeimbang, dimensi religius pun melekat akrab pada Eddy sejak kecil, melalui darah Nadhlatul Ulama (NU) yang menurun dari ayahnya. Bahkan, sejak duduk di bangku SD hingga SMA, Eddy kerap dikenal sebagai pelantun azan alias muadzin di surau dekat rumahnya.

Beragam gelar akademis dan gelar profesi bergengsi, diraihnya dalam usia yang masih terbilang muda. Tidak hanya itu, kesuksesannya sebagai salah satu pengusaha muda sukses, merupakan kristalisasi semangat dan totalitas dalam menekuni setiap bidang yang ditekuninya. Jalan bisnis itu akhirnya dilakoni alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), mantan trainer perpajakan, mantan staf ahli DPR RI ini dengan totalitas.

Pria ini dikaruniai dua orang putri yang bernama Fanny Ekaputri Faisal,14, dan Emilia Maharani Faisal,9, yang saat ini berstatus pelajar dari isteri tercinta yang bernama Hj Khadijah, SE, MM, dan tinggal di Depok.

Bagi Eddy, keluarga merupakan inspirasi untuk pencapaian objektif, bisnis merupakan wujud kreatifitas dan inovasi yang tak kunjung padam, dan perpolitikan adalah sebagai sebuah kawah candra dimuka sebuah pengabdian seorang anak bangsa yang ingin mengabdikan dirinya untuk kesejahteraan dan kemakmuran negeri tercinta.

Ingin tahu lebih jauh tentang sosok H Eddy Faisal?

Kunjungi website resminya: http://www.eddyfaisal.com.

(jo-4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.