Bawahan Tembak AKBP Pamudji Karena Ditegur soal Pakaian Preman Saat Piket

Ilustrasi
JAKARTA, JO- Penembakan yang diduga dilakukan Brigadir Susanto terhadap atasannya, Kepala Denma AKBP Pamudji, diduga hanya karena Brigadir Susanto tidak menerima ditegur sang atasan karena memakai pakaian preman saat piket.

Motif itu disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjan Pol Dwi Priyatno yang baru saja dilantik. "Jadi dia tidak terima dimarahi atasan karena dia berpakaian preman saat piket," kata Dwi Priyatno di Jakarta, Rabu (19/3).

Menurut Dwi, kalau dilihat dari kronologi kejadian, pelakunya mengarah kepada Brigadir Susanto, meski harus dilakukan olah TKP dan arah tembakannya juga.

AKBP Pamudji tewas di tempat ketika Brigadir Susanto menembaknya di bagian kepala pada Selasa (18/3) malam di ruang Yanma Mapolda Metro Jaya. Saat itu juga Provost langsung mengamankan Brigadir Susanto.

Pelaku menembak AKBP Pamudji dengan senjata Revolver sekitar pukul 21.30 WIB di ruang piket itu. Pamudji selama ini dikenal sebagai polisi yang rajin dan pekerja keras. (jo-5)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.