Kantor Jokowi di Balaikota Juga Disadap, Alatnya Murahan

Joko Widodo
JAKARTA, JO- Alat sadap ditemukan di titik di kediaman dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus). Tak cukup, rupanya Jokowi juga disadap di kantornya di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan.

Kepada wartawan di Jakarta, Jumat (21/2), Jokowi tidak menyebut secara pasti dimana letak alat sadap itu diletakkan di kantornya dan berapa titik. Kejadian ini membuat Jokowi menjadi semakin hati-hati.

Untuk mengantisipasi, selain memperketat pengamanan, Jokowi kemudian meminta Lembaga Sandi Negara (LSN) untuk mengamankan dokumen-dokumen di Pemprov DKI Jakarta.

Siapa yang melakukan penyadapan, Jokowi mengaku belum mengetahuinya, sebab ada begitu banyak tamu yang ikut dalam kegiatan Jokowi setiap harinya.

Namun dirinya sudah merasa disadap sejak Juni 2013 lalu.

Jokowi kemudian membeberkan hasil temuan alat sadap di kamar tidur, ruang tamu dan ruang makan di rumah dinasnya. Alat-alat sadap itu menurutnya murahan, hanya seharga Rp1.000 atau Rp2.000. Alat-alat ini lah yang kemudian terdeteksi dengan menggunakan detektor.

Tapi kejadian itu sangat membuat jengkel Jokowi. "Kalau saya tahu orangnya datang, ya saya gebuk," ujarnya.

Jokowi sendiri tidak mau mencurigai lawan politiknya melakukan penyadapan itu. Kalau KPK? Menurutnya kalau lembaga semacam itu, tentu Jokowi tidak bisa menolak, sebab mereka punya kewenangan untuk menyadap, termasuk insitutisi lain yang memang berhak untuk menyadap. Kalau asing? Jokowi mengaku tidak habis pikir tujuan mereka apa. (jo-2)

1 komentar:

  1. Baru-baru hangat terkuak ke publik bahwa Gubernur DKI Jakarta, Jokowi telah mengalami insiden penyadapan. Walau memang suka tidak suka, kita harus mengakui bahwa aksi penyadapan adalah hal yang wajar terjadi pada seorang pejabat negara. Dilansir dari kabar yang dimuat iyaa.com bahwa diduga penyadapan yang dialami Jokowi dilakukan oleh pihak asing.

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.