Jokowi Minta PLN Tanggung Jawab Kematian Fahmi

Pekerja listrik
JAKARTA, JO- Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta PLN untuk bertanggung jawab atas kematian tukang ojek payung, Mohammad Fahmi Aminudin, 20, yang meninggal akibat tersengat aliran listrik yang terkelupas di Jakarta Timur (Jaktim).

Menurut Jokowi, di Jakarta, Rabu (23/10), PLN adalah organisasi besar yang memiliki kewenangan terkait instalasi kelistrikan yang berkaitan dengan area publik. Kabel yang terkelupas seharusnya dicek harian.

"PLN yang bertanggung jawab. Mereka mestinya cek harian, karena mereka punya alatnya, terutama kabel yang dilalui banyak orang," kata dia.

Jokowi menegaskan, Pemprov DKI Jakarta tentu tidak bisa mengambil-alih pekerjaan pemeliharaan tersebut.

Fami tewas, Sabtu (19/10) malam, ketika menjadi ojek payung di Jalan Pemuda Rawamangun, Jaktim. Dia tersengat listrik saat menyentuh pagar dan kabel yang terkelupas. Fahmi sempat tergeletak lama di lokasi, dan ketika dibawa ke rumah sakit sudah tidak bernyawa lagi.

Pada Senin (21/10), Jokowi bersama Walikota Jaktim HR Krisdianto terlihat mengunjungi rumah duka.

Peristiwa tewasnya warga akibat kabel listrik yang terkelupas bukanlah yang pertama kali terjadi di Jakarta. Pada 14 Mei 2012, Dayat,39, juga tewas karena tak sengaja memegang tiang listrik di halte bus di dekat Universitas Trisakti kampus Cempaka Putih.

Soal Kritik Demokrat

Pada bagian lain, Jokowi juga menyinggung mengenai kebakaran di Jakarta, yang beberapa pekan lalu dikritik Partai Demokrat melalui Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang juga Waketum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.

Dia meminta Nurhayati untuk membandingkan jumlah kebakaran di DKI Jakarta selama lima tahun belakangan ini, dan jangan hanya melihat setahun terakhir. Selain itu, dia menegaskan, kebakaran di Jakarta kerap terjadi karena instalasi listrik yang tidak benar.

Menurut Jokowi, kebakaran yang adalah musibah, 80-90 persen diakibatkan karena pemasangan aliran listrik sembrono. Terkait hal itu, Pemprov DKI Jakarta juga sudah menurati PLN untuk mengecek pemasangan yang tidak benar ini.

Dapat dilihat juga kebakaran itu terjadi di tempat padat penduduk yang kemudian merembet ke tempat lain.(jo-2)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.