
JITEX 2026 di JIEXPO Convention Centre Berpotensi Transaksi dan Investasi Rp15,1 Triliun
![]() |
| JIExpo Jakarta |
Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo pun menyambut positif kegiatan dan potensi transaksi dan investasi tersebut. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang ketika pelaku usaha, buyer, investor, pemerintah, dan mitra bisnis bertemu dalam satu ekosistem.
"Potensi investasi Rp15,1 triliun ini menunjukkan bahwa JITEX 2026 mampu membuka ruang pertemuan bisnis yang besar. Tantangannya sekarang adalah memastikan potensi yang sudah terbentuk ini benar-benar berlanjut menjadi aktivitas ekonomi yang memberi dampak bagi ekonomi Jakarta," ujarnya, Selasa (22/9/2026).
Ratu mengatakan, JITEX 2026 juga mencatat transaksi langsung B2C sebesar Rp2,4 miliar, dengan melibatkan 275 perusahaan dan brand dari dalam maupun luar negeri.
Ia menjelaskan, rangkaian business matching dan buyer program juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha Jakarta untuk menjajaki kerja sama dengan calon mitra dari berbagai negara. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperluas pasar bagi para pelaku usaha di Jakarta untuk membuka peluang ekspor.
"Yang kita bangun adalah koneksi bisnis. Ada pelaku usaha yang mencari pasar, ada buyer yang mencari produk, dan ada investor yang mencari peluang. Ketika mereka bertemu, di situlah ekonomi bisa bergerak," katanya.
Ratu mengatakan, sejumlah agenda internasional turut menjadi bagian dari JITEX 2026, di antaranya ATTEC Global Investment Forum dan Asia Food and Ecosystem Summit. Kedua agenda tersebut mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk membahas peluang investasi, perdagangan, serta pengembangan ekosistem pangan dan usaha.
Selain perdagangan dan investasi, JITEX 2026 turut mengangkat sektor budaya dan pariwisata sebagai bagian dari potensi ekonomi Jakarta. Kehadiran sektor tersebut memperluas ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, serta mitra dari dalam dan luar negeri.
Ratu menegaskan, potensi Rp15,1 triliun tersebut perlu ditindaklanjuti setelah JITEX berakhir. Ia berharap peluang yang sudah terbentuk dapat berlanjut menjadi kerja sama dan kegiatan usaha yang nyata.
"Kita ingin jejaring yang sudah terbentuk dalam JITEX 2026 ini terus dikawal dan dikembangkan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih panjang oleh pelaku usaha dan perekonomian Jakarta," tuturnya.(jo5)

Tidak ada komentar: