Anggota DPR Serukan Jadikan Perbedaan sebagai Kekuatan untuk Membangun

 Irine Yusiana Roba Putri di SDN 35 Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Selasa (23/12/2025) siang dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

KOTA TERNATE, Jakartaobserver.com- Anggota DPR/MPR RI dari Dapil Maluku Utara (Malut) Irine Yusiana Roba Putri mengajak masyarakat untuk menjadikan segala perbedaan yang ada sebagai kekuatan untuk membangun dan meminta generasi muda untuk waspada dengan pengaruh budaya luar yang belum tentu cocok dengan kepribadian Indonesia.
 
”Bangsa Indonesia bisa berdiri dan melangkah sejauh ini adalah hal yang perlu kita sadari bahwa keberagaman budaya, ras, suku, agama dan golongan masyarakat yang Indonesia miliki saat ini bisa menjadi kekuatan bagi bangsa kita,” kata Irine di SDN 35 Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Selasa (23/12/2025) siang dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang diikuti para orang tua murid.

Keragaman ras dan etnis, membangun keragaman yang inklusif, kesadaran multikultural, membangun sikap peka gender dan membangun toleransi. ”Untuk itu mari kita semua sebagai generasi penerus bangsa Indonesia melanjutkan perjuangan yang telah dilalui oleh para pahlawan kita. Dengan bersatu menjadikan segala perbedaan yang kita miliki sebagai kekuatan untuk menjadikan bangsa kita, bangsa yang memiliki wibawa dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki dan menunjukkan kepada mata dunia,” ucapnya.

Dijelaskan, memupuk nilai-nilai kewarganegaraan dilakukan melalui internalisasi nilai Pancasila, pendidikan karakter, dan partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa untuk menumbuhkan nasionalisme, toleransi, serta kesadaran hukum. Upaya ini mencakup penguatan identitas bangsa, menghormati keberagaman atau Bhinneka Tunggal Ika, serta tanggung jawab sosial.

Pada bagian lain Irine juga mengulas mengenai Pendidikan Kewarganegaraan yang merupakan suatu aspek kajian yang mewujudkan misi nasional bangsa untuk membentuk kepribadian peserta didik. Pendidikan Kewarganegaraan wajib diberikan kepada peserta didik yang dirancang sebagai subjek pembelajaran untuk mengembangkan potensi seorang individu agar menjadi warga negara indonesia cerdas, partisipatif, berakhlak mulia, cerdas, jujur, dan bertanggung jawab atau menjadi warga negara yang berkarakter.

Karakter ialah suatu kepribadian baik yang unik, yaitu mengetahui nilai positif, atau perilaku positif, dan nyata kehidupan yang baik yang terukir dalam diri seorang individu. Karakter itu sendiri adalah mencari dari hasil olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah karsa serta olah raga seseorang atau sekelompok orang.

”Karakter bangsa negara setiap saat bisa dipengaruhi pengaruh budaya asing yang mulai meraja lela melalui keterbukaan informasi saat ini melalui tayangan televisi, dari media cetak, bahkan sosial media. Kita minta anak-anak muda untuk mewaspadai ini,” sambungnya. (jo3)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.