Sosialisasi Empat Pilar di Morotai: Jadikan Perbedaan sebagai Penyatu yang Membangun

Irene Yusiana Roba Putri Sosialisasi Empat Pilar MPR di SD Inpres Wawama, Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat (15/3/2024).

MOROTAI, Jakartaobserver.com- Anggota DPR/MPR Irene Yusiana Roba Putri (IYRP) menyerukan kepada generasi muda untuk selalu setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jangan biarkan perbedaan menjadi penghancur,tetapi buatlah perbedaan menjadi penyatu yang membangun.
 
"Begitu banyak keberagaman di Indonesia, karena itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa untuk harus selalu setia pada NKRI. Pengajaran awal dari rumah harus selalu diingat dan dipahami oleh seorang anak. Jangan biarkan perbedaan menjadi penghancur, tetapi buatlah perbedaan menjadi penyatu yang membangun," kata Irene.

Hal itu disampaikannya saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR di SD Inpres Wawama, Pulau Morotai, Maluku Utara, Jumat (15/3/2024). Sosialisasi diikuti oleh beberapa peserta dari orang tua murid dan siswa-siswi.

Irene yang adalah anggota DPR dari Dapil Maluku Utara (Malut), memaparkan tentang NKRI. Para peserta sosialisasi sangat antusias dengan sosialisasi ini, dengan menekankan betapa pentingnya nilai-nilai NKRI untuk mendukung kehidupan dalam masyarakat dan keluarga.

”NKRI merupakan bagian inti dari bangsa Indonesia. NKRI yang harus selalu kita pegang teguh, dimanapun kita berada," sambungnya.

Dijelaskan, tujuan dan fungsi NKRI adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan sosial.

NKRI itu adalah negara yang memiliki satu kesatuan teritori (sesuai dengan UNCLOS 1982) dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote, satu kesatuan bangsa yang disebut bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda 1928), satu kesatuan kepemilikan sumber kekayaan alam yang peruntukannya sebesar—besarnya untuk kesejahteraan rakyat, satu kesatuan ideologi negara yaitu ideologi Pancasila, satu kesatuan politik nasional yang harus selalu berpihak pada kepentingan nasional (national interest).

Kemudian satu kesatuan perekonomian nasional yang harus selalu berpihak pada upaya mensejahterakan rakyat Indonesia, satu kesatuan budaya nasional yang memiliki jati diri Indonesia sebagai karakter nasional dan sistem pertahanan keamanan nasional yang khas menurut kharakteristik Indonesia, itulah makna yang dalam dari Negara Kesatuan Republik Indonesia .

"Kita bisa terus membangun NKRI dari diri kita sendiri. Sebagai contoh sebagai pemuda dan pemudi Indonesia kita sudah belajar dari SD, SMP, SMA, lalu dilanjutkan ke jenjang D3/S1. Lalu setelah lulus jenjang D3/S1 kita bisa memulai dunia pekerjaan. Memiliki pengalaman pendidikan merupakan salah satu bagian dari NKRI. Dengan bekerja kita juga membangun perekonomian keluarga," jelasnya. (jo3)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.