Darmawan Prasodjo

JAKARTA, Jakartaobserver.com- Per April 2024, rasio elektrifikasi (RE) nasional mencapai 99,81 persen dengan 83,568 juta rumah tangga telah berlistrik. Dengan tidak masuknya Penyertaan Modal Negara (PMN) PLN untuk listrik desa di APBN 2023 dan APBN 2024, rasio elektrifikasi 100 persen baru akan tercapai di tahun 2027.
 
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR RI di Senayan Jakarta, Kamis (30/5/2024).

“Pencapaian rasio elektrifikasi nasional per April 2024 ini sebesar 99,81 persen,” ujar Darmawan Prasodjo.

Pencapaian rasio desa listrik nasional telah mencapai 99,87 persen. Tahun 2019, rasio desa listrik nasional sebesar 99,48 persen, kemudian meningkat pada Desember 2023 menjadi 99,85 persen.

“Dalam lima tahun terakhir, rasio desa listrik nasional meningkat 0,37 poin persen,” kata Darmawan.

Darmawan menjelaskan bahwa menyediakan pemerataan akses ketenagalistrikan ke seluruh pelosok negeri merupakan bagian dari tugas PLN dalam menjalankan fungsi public service obligation (PSO).

Ia memaparkan bahwa PLN telah menyusun peta jalan listrik desa. PLN memetakan semua desa yang belum berlistrik dan untuk setiap desa, lalu melakukan sistem modeling menggunakan sistem informasi geografis (GIS) dan sistem planning.

Pemetaan tersebut memungkinkan PLN untuk menyusun strategi ekspansi dari tahun ke tahun. “Berdasarkan pada buku penyiapan roadmap dari listrik desa, untuk mencapai 100 persen ini membutuhkan dana sekitar Rp23 triliun,” kata Darmawan.

Namun, lanjut Darmawan, dengan tidak masuknya Penyertaan Modal Negara (PMN) PLN untuk listrik desa di APBN 2023 dan APBN 2024, rasio elektrifikasi 100 persen baru akan tercapai di tahun 2027.

“Meski tidak mendapat PMN, PLN tetap melanjutkan program lintas desa sebanyak 2.146 desa pada 2023 dan 2024 untuk meningkatkan rasio elektrifikasi dan juga rasio desa berlistrik,” kata Darmawan.

Adapun dana yang dikucurkan PLN untuk lintas desa pada 2023 mencapai Rp4,75 triliun, dan sebesar Rp1,47 triliun untuk program lintas desa pada 2024. “Dua-duanya dana dari PLN dan perlu ada usulan penugasan,” kata Darmawan. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.