Hal Sederhana Implementasi Empat Pilar Kebangsaan: Tolong-menolong Warga yang Kesulitan

Dr Evita Nursanty melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Karangasem, Grobogan, Jateng, Sabtu (5/8/2023).

KEDUNGWUNGU, Jakartaobserver.com- Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Dr Evita Nursanty, MSc menyerukan Masyarakat untuk mengimplementasikan Empat Pilar Kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, melalui hal-hal yang sederhana misalnya dengan membangun tolong-menolong warga yang menghadapi kesulitan.
 
“Tolong-menolong itu merupakan implementasi sila ke-2 Pancasila yaitu Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah akhlak mulia yang dicerminkan dalam sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat, hakikat, dan martabat manusia,” ucap Evita dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung di Balai Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah, Sabtu (5/8/2023).


Evita Nursanty adalah anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Jateng III meliputi Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, dan Kabupaten Rembang.

Menurut Evita, dalam menghadapi tantangan globalisasi dengan kemajuan teknologi digital saat ini, dibutuhkan pemahaman nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak digoyahkan oleh masuknya ideologi-ideologi asing melalui media informasi yang mudah dijangkau oleh anak bangsa terutama generasi muda, seperti radikalisme, ekstremisme, terorisme.

“Karena itu penting sekali implementasi Empat Pilar Kebangsaan ini wajib kita tanamkan bagi semua kalangan, mulai dari tokoh masyarakat sampai generasi muda yang berada di tengah-tengah kehidupan yang beragam dan juga dalam menghadapi tantangan digitalisasi,” sambung Evita lagi.


Di sisi lain, anggota Komisi VI DPR RI ini meminta masyarakat untuk terus meningkatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia saat ini dan di masa depan. Menurutnya, kunci untuk meraih Indonesia Emas 2045 dimana Indonesia saat itu akan menjadi negara maju, adalah SDM unggul, cerdas, dan kreatif.

”Demi menggapai visi Indonesia Emas 2045, bangsa ini harus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan kreatif. Guna mengagapai sumber daya manusia unggul dan cerdas, tentu memerlukan layanan pendidikan yang berkualitas baik. Kuncinya adalah Pendidikan,” kata Evita seraya meminta para orangtua untuk semakin memerhatikan pendidikan anak-anak mereka.

“Sebab anak-anak yang sekolah hari ini adalah pemimpin-pemimpin kita nanti di tahun 2045,” ucap Evita lagi. (jo4)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.