Pdt Six Yanri Silitonga, STh saat memimpin jemaatnya dalam melakukan penutupan akses jalan ke perusahaan PT Nusantara Hidrotama.

TAPUT, Jakartaobserver.com- Jemaat Gereja HKBP Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara, Sumatera Utara melaksanakan rapat musyawarah bersama Parhalado dalam penutupan akses jalan di atas tanah Gereja HKBP Onan Hasang menuju perusahaan PT Nusantara Hidrotama pada Minggu (17/09/2023) usai melaksanakan kebaktian.
 
Dalam hasil musyawarah para jemaat dan parhalado Gereja HKBP Onan Hasang, para jemaat dan pengurus parhalado langsung turun ke lokasi tanah aset HKBP Onan Hasang dan para jemaat bersama parhalado menghempang tanah degan menghempangkan batu dan kayu bukti penutupan jalan yang selama ini dilintasi kenderaan PT Nusantara Hidrotama dalam mengangkut matrial dari stone crusher.
 
Informasi yang didapatkan Jakartaobserver.com puluhan jemaat HKBP Onan Hasang usai melakukan musyawarah bersama parhalado berjalan kaki sampai  tanah yang dikuasai PT Nusantara Hidrotama.
Pendeta Six Yanri.Silitonga, STh yang langsung memimpin berjalannya aksi penutupan akses jalan PT Nusantara Hidrotama mengatakan dari hasil rapat jemaat dan parhalado menutup akses jalan tanah milik HKBP.
 
Usai penutupan itu Pendeta Six Yanri Silitonga, STh menutup dengan doa, selanjutnya para jemaat dan pengurus Parhalado langsung membubarkan diri secara damai.

Sejumlah wartawan mencoba melakukan penelusuran dan mengkonfirmasi langsung ke perusahaan PT Nusantara Hidrotama, namun pihak perusahaan tidak memberikan akses kepada wartawan, bahkan security perusahaan melarang sejumlah wartawan mengambil video di pos jaga perusahaan.
 
Harapan Sagala, wartawan TVRI ketika dikonfirmasi, Senin (18/09/2023) di depan pos jaga perusahaan mengatakan jika security telah menghalang halangi tugas wartawan. "Kita akan laporkan hal ini ke pihak yang berwajib," kata dia.
 
"Kehadiran kita ke Perusahaan PT.Nusantara Hidrotama untuk melakukan konfirmasi, atas kejadian yang telah viral di medsos. Bahkan kehadiran kami disini, sudah sangat baik, sudah mengisi daftar tamu. Namun, tiba tiba, security melarang saya mengambil video di pos ini," ungkapnya.
 
Sagala menambahkan apa yang dilakukan pihak perusahaan merupakan preseden buruk dalam dunia jurnalistik.
 
"Sampai sore hari ini, tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan terkait apa yang ingin kami konfirmasi, padahal, kami sudah sampaikan ke pihak humas perusahaan," ungkapnya kesal. (Tulus Nababan)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.