Roy Purba: Basperindo Hadir sebagai Wadah Perjuangan Politis Pekerja/ Buruh

Roy Purba (kanan) dan Hary Tanoesoedibjo (kanan).

JAKARTA, Jakartaobserver.com- Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kerah Biru-Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP KB-SPSI) Royanto Purba,ST menilai aktivis pekerja/buruh dalam perjuangan nasib pekerja/buruh haruslah melakukan perjuangan praktis dan politis.
 
Menurut Wakil Sekjen DPP KSPSI pimpinan Yorrys Raweyai tersebut, bergabungnya aktivis pekerja/buruh dalam Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) merupakan perjuangan praktis. SP/SB lebih menitik beratkan pada perjuangan advokasi atau bantuan hukum yang menyangkut ketenagakerjaan, kepastian jaminan sosial bagi pekerja/buruh, tentang perjuangan pengupahan, dan peningkatan kapasitas pekerja/buruh melalui peningkatan kemampuan atau skill.
 
Lebih lanjut lelaki yang akrab dipanggil dengan Roy Purba ini mengatakan bahwa perjuangan politis juga tidak kalah penting.

Politik merupakan bagian dalam alam demokrasi dalam menggapai kekuasaan yang kemudian kekuasaan akan melahirkan kebijakan-kebijakan. Melalui politik, seorang aktivis pekerja/buruh dapat memberikan pemikiran-pemikiran yang berpusat pada kepentingan pekerja/buruh melalui partai politik yang dipilih.

Meski tidak mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg), Roy meyakini keberadaan seorang aktivis pekerja/buruh dalam sebuah partai tetap penting, paling tidak menyampaikan pesan, pemikiran untuk diperjuangkan oleh partai di parlemen dalam melahirkan undang-undang.

Dalam perjuangan politik, Roy memilih Partai Perindo sebagai wadah untuk membawa kepentigan pekerja/buruh. Roy bersama dua rekan pengurus DPP KSPSI yakni Arnod Sihite dan Siti Nur Azizah mendeklarasikan berdirinya Basperindo yang merupakan sayap Partai Perindo.

“Saya memilih Perindo karena sebagai aktivis pekerja/buruh, saya melihat Ketua Umum Perindo Bapak Hary Tanoesoedibjo yang juga pengusaha, selama masa pandemic covid-19 tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada karyawannya. Kita tahu bahwa selama masa Covid-19 semua bisnis perhotelan sepi, namu beliau tidak melakukan PHK sebagai langkah praktis mempertahankan bisnis. Hal ini cukup membuat saya yakin bahwa Perindo benar-benar memperhatikan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya,” tandas Roy.

Basperindo akan berjuang secara politis untuk kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya. Berbagai program kerja akan segera dilakukan baik di pusat maupun di daerah. Basperindo berharap rekan-rekan aktivis pekerja/buruh yang berkeinginan menjadi caleg dapat bergabung dalam wadah ini.

Menanggapi alasan mengapa tidak mencalonkan diri menjadi calon legislatif, Roy memberikan alasan bahwa untuk menjadi calon legislatif tentu membutuhkan logistik, dan kesiapan logistik ini tentulah tidak sama pada setiap orang.

“Kalau pun saat ini belum menjadi caleg, namun perjuangan secara politis harus dilakukan dengan cara mendukung teman-teman yang menjadi caleg untuk kelak bisa membawakan suara kita di parlemen. Basperindo dibentuk sebagai langkah awal bagi saya untuk berjuang secara politis dibawah bendera partai Perindo. Utamanya adalah konsistensi berjuang dan memberikan pemikiran bagi nasib pekerja/buruh,” pungkas Roy. (saut)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.