Anak yang diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah yayasan panti asuhan di Medan, Sumut.

MEDAN, JO- Sebuah yayasan panti asuhan yang lokasinya berdekatan dengan RS Adam Malik, Jalan Bunga Lau No27 Kemenangan Tani, Kecamata Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) diduga melakukan penganiayaan terhadap anak di bawah umur berinisial FS, usia 6 tahun.
 
Dugaan penganiayaan itu diungkapkan S, ibu dari FS kepada media dengan bukti luka hitam kebiruan dan terlihat bekas jari diduga hasil tamparan dan cubitan di setengah tubuh korban dan bekas luka di duga terbakar di lengan yang dilakukan kepada si korban FS.
 
Diketahui korban ini seorang anak yang cacat mental.

Ketika media mengonfirmasi laporan tersebut kepada FH pihak pemilik panti asuhan, FH membantah tuduhan penganiayaan itu. Menurut FH, bekas luka yang di lengan si FS hanyalah luka bakar.

"Kebetulan waktu itu ada susu di atas meja, karena FS ini kami kasih susu juga vitamin C juga supaya lebih sehat lagi, nah karena FS ini lasak anaknya gak tau susu di meja masih panas masih panas, jadi tangannya itu terkena susu panas," ungkap FH, Minggu (2/5/2021).

Masih menurut FH, FS itu ketika dibawa ke panti kakinya memang sudah berbintik-bintik hitam seperti bekas cubitan.

"Itu yang di kakinya itu sudah lama itu ada bekas berbintik hitam dan itu bukan hasil cubitan atau apapun, karena anak-anak saya tidak pernah kuperlakuan seperti itu," jelas si FH.

Tetapi ibu si korban menjelaskan bahwa anaknya sebelum ditempatkan di Panti Asuhan Semangat Pagi, kaki anaknya tidak ada efek cubitan hitam ataupun bekas cubitan seperti barang bukti yang difotokan oleh ibu si korban kepada awak media.

"Waktu anak saya ku tempat kan disini kaki anak saya bersih tanpa ada bekas cubitan hitam di paha dan kaki anak saya," ungkap ibu korban.

FH pun sempat terlihat emosi dan beradu mulut sama ibu si korban sampai berdiri di tempat duduknya.
Si FH merasa kecewa karena ibu si korban bawa-bawa media ke tempatnya, dan FH juga mengatakan bahwa dia ada saudara/famili TNI Polri.

FH memanggil anak-anak dan balita yang ada di panti sambil mengangkat baju anak-anak itu memperlihatkan bahwasanya dia tidak melakukan seperti yang ibu itu ceritakan ke awak media.

"Saya juga ada saudara polisi dan famili TNI kalau niat saya memperbesar masalah ini, tapi saya tidak mau seperti itu mengingat karena saya kasihan kepada ibu dan anak ibu ini, karena pekerjaan saya ini dan karena ibu itu sudah menjadi orang tua saya," sambung FH.

Panti asuhan itu diurus oleh FH sendiri. "Saya yang menjaga sendiri, saya yang mengurus sendiri Panti Asuhan Semangat Pagi ini," pungkas FH. (josu88)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.